OPINI

Bangkrut Eskatologis

Boleh jadi kita dapat mengurai tenunan yang telah kita buat secara kuat, menjadi cerai berai, karena banyaknya godaan-godaan, baik secara internal mau

Editor: Ilham Mulyawan
Facebook Ilham Sopu
Ilham Sopu 

Begitu pun yang diceritakan oleh Nabi tentang calon penghuni surga yang disampaikan kepada sahabatnya sewaktu berbincang dalam mesjid, dan menyampaikan kepada para sahabatnya bahwa akan masuk sebentar ini "seorang calon penghuni surga"perkataan
Nabi diucapkan selama tiga hari dihadapan para sahabatnya, secara ritual orang yang disebut Nabi calon penghuni surga itu, sangat bagus ibadah ritualnya karena beribadah di mesjid. Tetapi bukan itu yang ditonjolkan oleh Nabi, tetapi orang ini setelah diteliti oleh salah seorang sahabat Nabi, ternyata dia tidak punya penyakit hati kepada para sahabatnya atau tidak punya dosa sosial kemanusiaan terhadap orang lain.

Itulah yang diakui oleh para sahabat, karena secara ritual, ibadah para sahabat mungkin lebih di atas ibadah ritualnya. Tetapi karena orang tersebut punya keistimewaan yang sangat luar biasa yang diakui oleh para sahabat. Sehingga para sahabat mengucapkan "Hadzihi llatih qad balagta bika wa hiyallati la utiku", inilah keistimewaan yang engkau miliki, dan itulah yang tidak mampu aku lakukan.

Ini sangat sejalan dengan firman Tuhan di atas tentang seorang perempuan yang mengurai kembali tenunannya yang sudah ditenun dengan kuat, suatu perbuatan yang sangat merugikan, karena pahala amal yang kerjakan selama ini, dikotori kembali dengan perbuatan-perbuatan yang bisa mengikis habis nilai-nilai amaliahnya, seperti dalam bahasa hadis di atas tentang orang-orang bangkrut di akhirat kelak.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved