Opini
OPINI - Kerinduan Promordial
Manusia, dengan segala misteri yang dilalui dan dihadapinya, kerapkali memendam ambisi besar untuk meraih segala yang dicita-citakannya.
Pada sisi lain, kerinduan primordial juga mewujud dalam bentuk pelarian singkat menuju pola kehidupan beragama serta praktis.
Dalam suasana rindu yang mendera dan membabi buta, mereka lupa bahkan abai pada keterlibatan pikiran.
Agama seumpama bius yang melenakan. Agama tak ingin lagi dibincang secara terbuka dan lentur. Sebab telah mewujud dalam dogma yang tak lagi memerlukan pengujian keabsahan. Bahkan mempertanyakannya sama dengan menguliti keabsahan agama.
Kedua gambaran di atas, sesungguhnya amat dekat dengan kehidupan kita. Namun sayangnya, keduanya memiliki dampak yang sama merisaukannya.
Untuk tak terjebak di dalamnya, penting melibatkan pengetahuan sebagai nutrisi pikiran dalam mencerna ajaran agama.
Prinsip keterbukaan adalah pintu masuk mengurai setiap perspektif. Sebaliknya, sikap tertutup dan anti kritik adalah tanda kebesaran mahkota kejumudan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-FKDM-Provinsi-Sulbar-Nur-Salim-Ismail.jpg)