Opini

Membangun Citra di Tengah Kepercayaan pada Internet Menurun

Efek paling sederhana yang ditimbulkan adalah tak butuh banyak biaya untuk menyiapkan pertemuan dengan kelompok massa dari berbagai wilayah.

Editor: Nurhadi Hasbi
ISTIMEWA
Shalahuddin, S.Sos., MM. (Relawan TIK Sulawesi Barat) 

Oleh : Shalahuddin, S.Sos., MM.
(Relawan TIK Sulawesi Barat)


SEJAK kehadiran internet sebagai wahana dan menjadi basis interaksi sosial masyarakat, sejumlah optimisme tentang masa depan sosial baru turut mengiringinya.

Salah satunya karena infrastruktur ini mampu memfasilitasi kebutuhan untuk terkoneksi dan melipat jarak.

Nyaris tak lagi menjadi kekhawatiran jika hendak melakukan transaksi informasi hingga data dalam jumlah tak sedikit. Sekali lagi, karena difasilitasi oleh internet.

Tak hanya itu, seperti yang kita pahami sebelumnya, juga mampu mengakomodasi kepentingan untuk terkoneksi dalam waktu yang sama dengan jumlah pengguna yang banyak.

Efek paling sederhana yang ditimbulkan adalah tak butuh banyak biaya untuk menyiapkan pertemuan dengan kelompok massa dari berbagai wilayah.

Tentu, dengan prasyarat infrastruktur jaringan internet menjangkau penggunanya.

Pada perjalanannya, teknologi ini makin digandrungi untuk menjembatani perjumpaan lintas batas geografis.

Sebab tampaknya tak hanya menjadi wahana mediasi tetapi juga turut merepresentasi peran sosial kita yang nyaris sulit muncul dipermukaan selama ini melalui organisasi konvensional.

Kita dapat melihat belakangan aktifitas sosial kita disedot oleh teknologi yang mengandalkan internet sebagai basisnya.

Mulai dari aktifitas yang terkait dengan ekonomi rumah tangga hingga aktifitas sosial lintas benua.

Kita terfasilitasi dengan baik termasuk untuk menyalurkan argumentasi dan memilih segmentasi pada beragam aktifitas dan komunitas.

Selain itu, geliat politik secara berjenjang dari level nasional hingga lokal terakomodir dengan baik. Pintu desentralisasi gerakan makin terdistribusi dengan baik.

Meski pada ritme yang dijalankan kini mulai menunjukkan gejala yang mendistorsi kepercayaan publik pada sajian-sajian yang “dipasarkan” melalui media baru berbasis digital.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved