Dongeng Anak

Dongeng Anak - Kisah Samba Paria Gadis Cantik yang Kalahkan Raja yang Kejam

Samba` Paria adalah seorang gadis cantik jelita yang tinggal bersama adiknya di sebuah rumah panggung di tengah hutan di daerah Mandar, Sulawesi Barat

Editor: Ilham Mulyawan
https://labbineka.kemdikbud.go.id/
Ilustrasi Cerita Samba Paria 

Oleh: Suyono Suyatno

Sumber: labbineka.kemdikbud.go.id/

TRIBUN-SULBAR.COM - Cerita "Samba Paria" ditulis oleh Suyono Suyatno merupakan cerita yang berasal dari Sulawesi Barat.
Mengisahkan seorang raja bernama Raja Bumi Mandar yang memerintah dengan sangat kejam.

Raja membuat rakyatnya sengsara dengan selalu merampas semua harta yang dimiliki rakyatnya.

Rakyat hanya bisa mematuhi semua keinginan raja walaupun mereka hidup sengsara.

Tak ada seorang pun yang berani melakukan perlawanan.

Akan tetapi, seorang gadis bernama Samba Paria yang ingin dinikahi raja melakukan perlawanan.

Gadis itu membuat ramuan lalu dilemparkan ke mata raja. Akhirnya, raja pun meninggal karena terjungkal dan menahan sakit perih di matanya.

Bumi mandar kaya akan padi yang melimpah di sawah dan ikan yang bertebaran di laut, juga akan cengkih.

Karena cengkih hanya tumbuh di daerah tropis, banyak pedagang dari negeri asing berdatangan ke Bumi Mandar
untuk membeli cengkih untuk diperdagangkan ke negeri asal mereka.

Begitu mengetahui bahwa cengkih banyak diminati oleh pedagang asing dan sangat menguntungkan, raja melarang rakyat untuk
berdagang cengkih. Hanya raja dan kerabatnya yang boleh berdagang cengkih, sedangkan rakyat hanya boleh menanam cengkih.
Rakyat juga tidak boleh menentukan harga cengkih, hanya raja dan kerabatnya yang berhak menentukan harga
cengkih.

Keuntungan raja dan kerabatnya dari berdagang cengkih semakin melambung tinggi karena mereka membeli dari rakyat dengan
harga sangat rendah dan kemudian menjualnya dengan harga tinggi ke pedagang asing yang berdatangan ke Bumi Mandar.

Sang raja tidak pernah ikhlas terhadap rakyatnya. Tiap kali terlihat ada rakyatnya yang hidup berkecukupan, sang raja langsung memungut pajak yang tinggi.

Rakyat hidup dalam ketakutan.

Sebagian rakyat berusaha melarikan diri ke negeri lain untuk mencari kehidupan yang lebih nyaman.
Dengan perahu mereka melayari laut untuk mencapai negeri lain yang pemimpinnya lebih
adil dan bijak.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved