Berita Mamuju

Kepala Sekolah SMA 1 Sampaga Minta Kontraktor Tuntaskan Upah Tukang, Marhuma: Kasihan Mereka!

Marhuma merasa peduli dengan pihak tukang, dimana haknya tak terbayarkan oleh kontraktor.Sementara ruang UKS juga sudah mendesak difungsikan segera

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Dokumentasi Herianto
Ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) SMAN 1 Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih disegel oleh tukang lantaran ongkos kerja belum terbayarkan, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Polemik kontraktor dan tukang kembali terjadi Mamuju.

Upah tukang bangunan ruang gedung UKS SMA 1 Sampaga belum dituntaskan pihak kontraktor CV. AUFA KARYA 88.

Alhasil, ruang UKS yang ada di dalam sekolah masih disegel pihak tukang hingga Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Upah Tukang Bangunan UKS SMA 1 Sampaga Tak Dibayar, DPN Perkasa Sulbar Akan Tempuh Jalur Hukum

Baca juga: Kontraktor Abai! 10 Bulan Upah Tukang Bangunan UKS SMA 1 Sampaga Mamuju Belum Dibayar

Lantaran biaya pengerjaan atau ongkos tukang belum juga dibayar oleh pihak kontraktor.

Meski ruangan UKS di segel aktifitas belajar mengajar tetap berjalan normal seperti biasanya.

Ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) SMAN 1 Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih disegel
Ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) SMAN 1 Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih disegel (Dolumentasi Herianto for Tribun Sulbar)

"Tapi kita minta agar segera selesai masalah ini, karena ruangan itu mau kita gunakan," terang Kepala SMA 1 Sampaga, Marhuma saat dihubungi.

Ia geram dengan pihak kontraktor yang tak membayar ongkos tukang padahal pengerjaan telah selesai.

Belum lagi, sudah 10 bulan lamanya masalah tersebut tak kunjung terselesaikan.

"Kasihan itu kepala tukang, karena biaya material sebagian dia yang tanggung, tolong cari itu kontraktor," ujarnya.

Marhuma merasa peduli dengan pihak tukang, dimana haknya tak terbayarkan oleh kontraktor.

Sementara ruang UKS juga sudah mendesak untuk dapat difungsikan segera mungkin.

Namun spanduk penyegelan masih terpasang di depan ruang UKS tersebut.

Herianto selaku kepala tukang, menjelaskan awalnya pihak kontraktor mencairkan anggara sebanyak 30 persen.

"Sesudah itu, kontraktor menyuruh saya melanjutkan pengerjaannya, dia bilang masih ada dananya 70 persen," lanjutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved