Berita Mamuju

Upah Tukang Bangunan UKS SMA 1 Sampaga Tak Dibayar, DPN Perkasa Sulbar Akan Tempuh Jalur Hukum

Langkah itu ia ambil sebab ia merasa geram mendengar kabar adanya tukang pekerja lokal yang mengalami musibah tersebut.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Dokumentasi Herianto
Ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) SMAN 1 Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih disegel oleh tukang lantaran ongkos kerja belum terbayarkan, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Dewan Pertukangan Nasional (DPN Perkasa) Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Iswar akan investigasi kasus kontraktor tak bayar ongkos tukang di Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju.

Seperti diberitakan sebeliumnya, upah tukang yang membangun ruang UKS SMA 1 Sampaga tak dibarkan, kendati proyek telah selesai.

Itulah yang dialami oleh kepala tukang Herianto, yang mengerjakan ruang UKS SMA 1 Sampaga.

Baca juga: Kontraktor Abai! 10 Bulan Upah Tukang Bangunan UKS SMA 1 Sampaga Mamuju Belum Dibayar

Upah ini tak dibayarkan hampir satu tahun, tepatnya menunggak 10 bulan, dan hingga kini tak ada kejelasan kapan upah yang menjadi haknya sebesar Rp154 juta dilunasi.

"Nanti dari hasil investigasinya, kita akan laporkan ke pihak aparat penegak hukum untuk segera diselesaikan," terang Muhammad Iswar, Selasa (13/9/2022).

Ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) SMAN 1 Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih disegel
Ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) SMAN 1 Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih disegel (Dolumentasi Herianto for Tribun Sulbar)

Langkah itu ia ambil sebab ia merasa geram mendengar kabar adanya tukang pekerja lokal yang mengalami musibah tersebut.

Kata dia, kehadiran DPN perkasa di Sulbar memang untuk menampung masalah-masalah seperti itu.

"Untuk itu kami meminta tukang yang dapat musibah tersebut, segera melapor secara resmi di pengurus DPN perkasa," lanjutnya.

Agar kata dia, lebih memudahkan untuk mengumpulkan informasi kronologi awal terjadinya permasalahan itu.

Begitu pula, dengan para tukang yang ada di Sulbar jika mengalami masalah seperti yang dialami Herianto.

"Apa lagi, waktunya sudah cukup lama, hampir satu tahun tak dibayarkan itu," jelasnya.

Selain itu, Muhammad Iswar juga menekankan pentingnya peran Dinas Pendidikan Sulbar mengambil sikap.

Terlebih pihak tukang, sudah mendatangi dan mengadukan hal itu ke kepala Dinas Pendidikan Sulbar.

Sebelumnya diberitakan Jerih payah pekerja bangunan tak dihargai kontraktor.

Inilah yang terjadi kepada para pekerja bangunan, yang mengerjakan proyek ruang UKS SMA 1 Sampaga.

Namun ruangan itu tak kunjung digunakan, atau sampai saat ini masih disegel oleh kepala tukang.

Gedung tersebut kini dipasangi baliho bertuliskan CV. AUFA KARYA 88, dimana CV tersebut adalah pihak kontraktor.

Dibaliho juga tertulis ruang UKS SMAN 1 Sampaga disegel sementara karena belum membayar upah tukang dan material tampa ada kejelasan.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved