Harga Mi Instan Naik

Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Pemilik Warung: Mi Siram Akan Kita Jual Rp 8.000 per Mangkok

Dea mengaku kenaikan mi instan baru-baru ini belum terlalu membebankan, karena hanya naik dari Rp 2.800 menjadi Rp 3.500 per kemasan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Salah satu pemilik warung mi siram, yang ada di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, keluhkan soal wacana mi instan naik tiga kali lipat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Salah satu warung mi instan siram di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai keluhkan kenaikan harga mi instan.

Seperti disampaikan pemilik warung biru menyediakan mie instan siram, Dea yang berada di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga.

Dea mengaku kenaikan mi instan baru-baru ini, belum terlalu membebankan, karena hanya naik dari Rp 2.800 menjadi Rp 3.500 per kemasan.

Baca juga: Bakal Naik hingga 3 Kali Lipat, Berikut Harga Mi Instan di Topoyo Mamuju Tengah

Baca juga: Harga Mi Instan Naik, Mahasiswa Mamuju Ngeluh Hidup Akan Tambah Susah

Baca juga: Harga Mi Instan Rasa Coto hingga Goreng Tembus Rp 3.500 Per Bungkus, Sebelumnya Rp 2.800

Namun beredar wacana, mi instan akan naik tiga kali lipat, dari harga yang sekarang ini berlaku di pasaran.

"Ai jika benar itu naik sampai tiga kali lipat, ya Mi siram akan kita jual Rp 8.000 per mangkok," keluh Dea saat ditemui di warungnya, Kamis (11/8/2022).

Itu ia akan lakukan ketika mi instan betul-betul kembali naik hingga tiga kali lipat.

"Karena pasti rugi ki kalau tidak kembali modal, rugi tenaga masak air untuk Mi siram jadi harus juga dikasi naik," lanjut keluh Dea.

Dirinya pun berharap agar wacana kenaikan mi instan tiga kali lipat itu, tidak terlaksana.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, ke depan, harga mi instan terancam naik hingga tiga kali lipat.

Penyebabnya adalah harga gandum yang juga naik.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujarnya Syahrul, dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/8/2022).

Mentan menyebut, kenaikanya imbas perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan impor gandum terganggu.

lonjakan harga mi instan akibat efek domino perang Rusia-Ukraina.

Pasalnya, Indonesia mengandalkan pasokan gandum impor, di mana Rusia dan Ukraina merupakan negara pemasok gandum dunia.

Di mana produk turunan gandum salah satunya adalah tepung terigu, yang merupakan bahan Mi instan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved