Gempa Sulbar

SPBU Simbuang Mamuju Pastikan Stok BBM Mencukupi di Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi

BBM jenis Pertalite yang masuk tiap harinya mencapai 24 ton, sementara solar 16 ton.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Satu unit SPBU kantong disiapkan usai gempa bumi magnitudo 5,8 SR di SPBU Simbunag Mamuju, Jl Jendral Sudirman Kelurahan Simboro, Sabtu (11/6/2022) kemarin. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Manajemen SPBU Simbuang Mamuju pasatikan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di masa tanggap darurat bencana gempa bumi tercukupi.

Tanggap darurat gempa bumu Mamuju magnitudo 5,8 SR berlangsung 7 hari atau hingga 14 Juni 2022.

Admin SPBU Simbuang Mamuju, Pardi mengatakan stok BBM yang masuk tiap harinya mencukupi.

Tidak pernah kekuragan stok, yang menimbulkan antrean kendaraan yang panjang.

BBM jenis Pertalite yang masuk tiap harinya mencapai 24 ton, sementara solar 16 ton.

"Stok itu dipastikan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di masa tanggap darurat bencana," terang Pardi saat dihubungi, Minggu (12/6/2022).

Dikatakan, bila kembali terjadi antrean kendaraan, pihaknya menyiapkan SPBU kantong.

Seperti yang terjadi pada Rabu (8/6/2022) lalu saat gempa bumi terjadi, di mana masyarakat menyerbu SPBU.

"Sehingga disiapkan satu mobil SPBU kantong, untuk membantu memenuhui stok bbm," lanjutnya.

Sehari setelah gempa bumi tersebut, SPBU kantong membantu melayani kebutuhan BBM.

Masyarakat yang saat itu panik, menyerbu SPBU untuk persiapan meninggalkan Kota Mamuju.

Ketakutan akan gempa susulan menjadi alasan masyarakat menyerbu SPBU saat itu.

Kini kondisi kembali kondusif, tidak terjadi lagi antrean kendaraan di halaman SPBU Simbuang Jl Jederal Sudirman, Mamuju.

"Kondisi antrean sudah dapat terkendali, ketersedian stok bbm jadi perhatian kami," ungkap Pardi.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved