Opini

Penjabat Gubernur Hendaknya Jangan Dititipi Misi Politik Khusus, Pemimpin Harus Objektif dan Netral

Banyak tokoh di Jakarta yang bisa dinominasi. Tetapi kalau mau tidak repot, Sekretaris Daerah Sulawesi Barat sekarang sudah sangat mengenal Sulbar

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Rahmat Hasanuddin 

Oleh: Rahmat Hasanuddin

Eks Ketua Komite Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)

TRIBUN-SULBAR.COM - Sulawesi Barat kini dipimpin oleh seorang Gubernur baru yang akan memimpin provinsi ke 33 ini.

Gubernur itu bukan hasil pemlihan kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, tetapi hasil penunjukan oleh Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

Penetapan Gubernur akan membawa implikasi yang luas terhadap proses dan dinamika pemerintahan Sulawesi Barat karena beberapa kenyataan.

Pertama, karena penjabat Gubernur itu akan menjadi semacam Gubernur definitif karena memiliki wewenang yang sama dengan Gubernur definitif dan periode kepemimpinannya yang cukup lama, hampir setengah periode.

Oleh karena itu patut dicatat bahwa ia adalah Gubernur legal tetapi tanpa legitimasi dari rakyat pemilih.

Pasti akan ada pesan dan arahan dari Presiden untuk apa dia ditunjuk menjadi penjabat Gubernur.

Sepintas terkesan bahwa tidak ada masalah dengan “penjabat Gubernur” ini. Bukankah Sulawesi Barat pada waktu terbentuk menjadi provinsi juga pernah dipimpin oleh dua pejabat sementara yakni Oentarto Sindung Mawardi dan Syamsul Arief Rivai ?

Tentu saja kita tidak bisa membandingkan antara pejabat Gubernur pada saat Sulawesi Barat baru mekar dari Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat sekarang ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved