OPINI

Informalisasi Ekonomi

Bagi pemilik kebijakan, harus benar-benar memperhatikan agar bisa memfasilitasi masyarakat dengan pendidikan dan keahlian yang mumpuni.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Dwi Ardian, Statistisi di BPS Provinsi Sulawesi Barat 

Dwi Ardian, S.Tr.Stat., S.E, Statistisi di BPS Provinsi Sulawesi Barat

Perekonomian Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tumbuh positif selama tahun 2021 sebesar 2,56 persen.

Sebagaimana disampaikan saat rilis berita resmi statistik BPS Provinsi Sulawesi Barat pada 7 Februari 2022 lalu.

Ekonomi yang tumbuh positif menandai mulai bangkitnya perekonomian Sulawesi Barat secara umum setelah pertumbuhan negatif (-2,40 persen) pada tahun 2020.

Angka 2,56 persen sebenarnya belum menyamai pertumbuhan sebelum pandemi yang mencapai 5 hingga di atas 6 persen.

Selain itu jika dibandingkan sebelum pandemi (tahun 2019), secara riil sebenarnya pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 0,09 persen atau nilai tambah hanya sekira Rp31 miliar.

Pertumbuhan yang tergolong rendah ini juga bisa terlihat jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Pertumbuhan tertinggi dicapai Maluku Utara (16,40 persen) disusul Papua (15,11 persen) dan Sulawesi Tengah (11,70 persen).

Sulawesi Barat hanya di atas Papua Barat (-0,51 persen) dan Gorontalo (2,41 persen).

Gambaran perekonomian yang mengalami perlambatan atau tepatnya belum bisa kembali ke masa normal tersebut bisa disebabkan oleh perekonomian sektor formal yang semakin tergerus.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved