Breaking News:

OPINI

Penyiaran 'Belum' Ramah Anak

Agar supaya nantinya ketika anak-anak menonton tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan edukasi.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Firdaus Abdullah, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat / Pendiri / Dewan Pembina Forum Masyarakat Peduli Media (FMPM) 

Oleh : Firdaus Abdullah, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat & Pendiri/Dewan Pembina Forum Masyarakat Peduli Media (FMPM)

Dalam Undang-undang 32 tahun 2002 tentang penyiaran, bahwa anak yang terdiri atas anak-anak dan remaja dimasukkan sebagai kategori khalayak khusus. Kekhususan ini dimaknai sebagai semangat untuk melindungi serta pemenuhan hak anak.

Sebagaimana semangatnya disebutkan dalam pasal 36 ayat 3 UU Penyiaran “Isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara ada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran”

Hal ini membuktikan bahwa UU Penyiaran mengamanatkan kepada media penyiaran dalam membuat program siaran wajib memperhatikan aspek perlindungan anak dan tontonan yang layak untuk anak.

Memperoleh informasi, pendidikan, serta hiburan yang sehat dalam bentuk siaran merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh Negara dalam Undang-Undang, hak ini berlaku termasuk kepada anak-anak.

Hak yang dimaksud adalah mendapatkan siaran yang aman, mendidik sekaligus menghibur, akan tetapi hak yang dimaksud belum banyak ditemukan dilayar televisi.

Hal ini di karenakan tayangan televisi didominasi program siaran untuk kategori dewasa. Tidak sedikit anak-anak ikutan menonton tontonan dewasa tersebut.

Anak-anak Indonesia saat ini justru banyak disuguhkan tayangan yang tidak seharusnya oleh anak seusianya yang tentunya dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Dalam catatan penulis, sebagaian besar hasil pantauan justru masih ditemukan pelanggaran konten siaran terkait dengan perlindungan anak, bentuknya berupa kekerasan, perlakuan tidak pantas, seksualitas, bullying, pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan, serta masih ditemukannya keterlibatan anak dalam program siaran dewasa.

Sampai saat ini permasalahan program siaran yang tidak layak ditonton oleh anak-anak masih sering terjadi. Media berperan membentuk perilaku anak-anak yang cenderung meniru apa yang dilihatnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved