SKD CPNS 2021
19 Peserta SKD CPNS Tilok Mamasa Diduga Curang, Sekda Pastikan Bawahannya Tidak Terlibat
Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Ardiansyah mengatakan, soal kasus dugaan kecurangan itu menjadi kewenangan BKN.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Peserta-seleksi-SKD-CPNS-2021-Kabupaten-Mamasa.jpg)
"Saya tidak tahu persis letak kesalahan dimana, yang jelas kita serahkan ke BKN untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap Ardiansyah, Jumat (5/11/2021).
Ardiansyah lebih jauh menjelaskan, jika terbukti ada ASN yang terlibat dalam kasus itu, maka ada sanksi yang diberikan.
Namun, Ardiansyah mengaku enggan berprasangka buruk.
Alasannya, pada pelaksanaan tes SKD lalu, hanya pihak BKN yang berada di dalam ruangan.
Bahkan kata dia, pihak BKN mensterilisasi komputer yang akan digunakan.
Baca juga: Tiga Staf BKD Diperiksa Polda Sulbar Terkait Dugaan Kecurangan SKD CPNS 2021
Baca juga: 59 Peserta SKD CPNS di Sulbar Diduga Curang, Rahim: Bikin Kecewa Harus Ditelusuri Siapa Pelakunya
Setelah dilakukan sterilisasi, juga dibuatkan berita acara bahwa komputer yang akan digunakan dianggap layak.
"Lalu kemudian disebut bahwa ada aplikasi digunakan bermain curang, tentu yang lebih tahu menjelaskan itu yah pihak BKN," jelasnya.
Jika lanjut dia, ada jajaran ASN lingkup pemerintah Kabupaten Mamasa terlibat dalam masalah itu, tentu dibahas di Komisi ASN terlebih dahulu sebelum diberikan sanksi.
Tetapi, Ardiansyah memastikan tidak ada jajarannya bermain curang.
"Saya percaya tidak ada jajaran saya yang bermain. Saya saja saat mau masuk di ruangan sempat dilarang. Tetapi kita hargai itu karena tugas mereka," tutup Ardiansyah.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng