Breaking News:

Disdikpora Mamuju Tekankan Pentingnya Kurikulum Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

"Perlunya kurikulum pendidikan yang berbasis budaya lokal, untuk menghadapi globalisasi," kata Jalaluddin Duka.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Jajak pendapat antara Disdikpora Mamuju, Dewan Pendidikan, dan Alumni Hipermaju, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) akan tingkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Disdikpora Mamuju, Jalaluddin Duka mengatakan, terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yakni menggelar jajak pendapat.

Jajak pendapat tersebut dihadiri oleh ketua dewan pendidikan Mamuju, Hajrul Malik.

Hadir pula Alumni Himpunan Pelajara Mamuju (Hipermaju), Hasrat Lukman.

Jajak pendapat digelar di aula kantor Disdikpora Mamuju, Jl Mognisidi, Kelurahan Binanga, Mamuju, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Pemda Mamasa Dapat Rapor Merah, Kantor Pos Damkar di Sumarorong Tidak Difungsikan

Baca juga: VIDEO: Pengakuan Keluarga, TKW Asal Polman Terancam Dieksekusi Mati di Malaysia

Poin pembahasan dalam jajak pendapat tersebut, yakni kurikulum pendidikan.

"Perlunya kurikulum pendidikan yang berbasis budaya lokal, untuk menghadapi globalisasi," kata Jalaluddin Duka.

Lanjutnya, selain mengenai kurikulum pendidikan berbasis kearifan lokal.

Peningkatan kualitas tenaga pendidikan juga sangat penting.

Untuk meningkatkan hal itu, tenaga pendidik di Mamuju, akan difasilitasi pelatihan mengenai kearifan budaya lokal.

"Tenaga pendidik harus berkarakter dan menjunjung tinggi nilai kearifan lokal," pungkasnya.

Selain itu, pendidikan dasar juga menjadi pembahasan penting dalam jajak pendapat tersebut.

Sebab untuk memajukan kualitas sumber daya manusia, berangkat dari pendidikan dasar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved