Jumat, 10 April 2026

Opini

Kurs Dolar-Harga Minyak-Ketahanan Ekonomi Sulawesi Barat

Era ekonomi modern yang semakin terintegrasi saat ini membuat tidak ada daerah yang benar-benar terisolasi

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Kurs Dolar-Harga Minyak-Ketahanan Ekonomi Sulawesi Barat
Tribun-Sulbar.com
DOK PRIBADI JEFRY- Lokal Expert Ekonomi dan Fiskal Mitra Kerja Kementerian Keuangan Sulawesi Barat Dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju 

Oleh : Jeffriansya dsa

Lokal Expert Ekonomi dan Fiskal Mitra Kerja Kementerian Keuangan Sulawesi Barat

Dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Dua indikator ekonomi global yaitu pelemahan rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak dunia menjadi sorotan utama pada beberapa pekan terakhir ini.

Dinamika ini mungkin bagi sebagian masyarakat masih terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya perubahan dua variabel tersebut dapat merambat hingga ke pasar-pasar lokal yang mengakibatkan harga barang dan biaya trasportasi naik sehingga memperngaruhi daya beli masyarakat.

Era ekonomi modern yang semakin terintegrasi saat ini membuat tidak ada daerah yang benar-benar terisolasi dari gejolak global. Apa yang terjadi di pasar energi Timur Tengah atau di bursa keuangan New York dapat berdampak hingga ke daerah seperti Sulawesi Barat.

Membaca pergerakan kurs dolar dan harga minyak bukan sekadar isu ekonomi makro tetapi juga menjadi bagian dari memahami stabilitas ekonomi daerah.

Tekanan Kurs Dolar terhadap Ekonomi Nasional

Beberapa hari terakhir kita melihat nilai tukar rupiah bergerak mendekati kisaran atas asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS maka dampaknya langsung terasa pada struktur ekonomi Indonesia yang masih cukup bergantung pada impor energi dan bahan baku industri serta barang modal (mesin produksi, peralatan kerja, peralatan teknologi dan lainnya)

Apabila kita menelaah secara teoritis maka pelemahan nilai tukar memiliki dua sisi yaitu rupiah melemah dapat meningkatkan daya saing ekspor karena harga produk domestik menjadi lebih murah di pasar internasional, tapi disisi lain hal ini akan meningkatkan biaya impor serta berpotensi mendorong inflasi (Marshall–Lerner Condition dan Exchange Rate Pass-Through Theory)

Fluktuasi kurs bagi pemerintah juga berdampak pada beban fiskal negara. Sebagian kewajiban pembayaran utang luar negeri dan subsidi energi berkaitan dengan nilai tukar. Jika dolar terus menguat maka ruang fiskal pemerintah bisa semakin sempit karena biaya yang harus ditanggung negara meningkat.

Satu hal lainnya yang sering luput dari perhatian adalah bahwa dampak pelemahan rupiah tidak berhenti di tingkat nasional, tapi juga “merembes” hingga ke daerah melalui berbagai saluran ekonomi.

Efek Kurs Dolar bagi Ekonomi Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat tidak memiliki industri manufaktur besar seperti Jawa dan juga tidak memiliki kawasan industri ekspor, namun bukan berarti daerah ini kebal terhadap fluktuasi nilai tukar. Struktur ekonomi Sulawesi Barat masih sangat ditopang oleh sektor primer. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 46 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini. 

Selain pertanian, kita juga melihat beberapa sektor lain yang memberi kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah yaitu industri pengolahan sekitar 10–11 persen, perdagangan sekitar 9 persen serta sektor konstruksi dan administrasi pemerintahan. Melihat Struktur ekonomi seperti ini maka pelemahan rupiah dapat memberikan dua dampak sekaligus.

Dampak pertama pada sektor komoditas seperti kakao, kelapa, dan hasil perikanan. Komoditas ini sebenarnya dapat memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah apabila produk tersebut masuk dalam rantai ekspor. Ketika rupiah melemah, nilai penerimaan dari ekspor dalam rupiah menjadi lebih tinggi.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved