Kamis, 30 April 2026

Opini

Membaca Arah Pendidikan Lewat Tes Kemampuan Akademik

TKA berfungsi sebagai alat pemetaan capaian pendidikan nasional, sekaligus salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Membaca Arah Pendidikan Lewat Tes Kemampuan Akademik
furqan
Furqan Mawardi Dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju, Sulawesi barat 


Oleh:
Furqan Mawardi, Dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju

TRIBUN-SULBAR.COM - Setiap kebijakan pendidikan yang menyentuh  tes dan penilaian, maka  hampir selalu disambut dengan kegelisahan, galau dan penuh  ketakutan. 

Kita seperti memiliki memori  bersama yang cukup  traumatik terhadap ujian di masa lalu seperti dari EBTANAS, UAN, hingga UN yang dahulu kerap dipersepsikan sebagai alat seleksi keras, bahkan penentu masa depan. 

Maka, wajar jika kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada awalnya juga memantik kegamangan dan kerisauan publik. Namun, di sinilah pentingnya kita membaca TKA bukan dengan kacamata lama, melainkan dengan cara pandang yang baru.

Baca juga: Balaikota Mamuju Segera Rampung Akan Ditempati Berkantor Sutinah, Kapan Status Kota Madya?

Baca juga: Sering Sidak OPD Sekda Sulbar Junda Sebut Bukan Cari Kesalahan TapI Penegakan Disiplin

Bagi saya TKA hadir bukan sebagai “wajah baru ujian lama”, melainkan sebagai instrumen kebijakan yang lahir dari kebutuhan akan data pendidikan yang objektif, adil, dan dapat ditindaklanjuti. 

Dalam konteks inilah, TKA sejatinya lebih dekat dengan fungsi diagnosis ketimbang vonis. 

Ia bukan palu penghakim, akan tetapi dia merupakan cermin besar yang dapat memantulkan wajah pendidikan kita apa adanya yang lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

TKA dirancang dengan tiga fungsi utama yang saling melengkapi. 

Pertama, Assessment of Learning, yakni memotret capaian akademik peserta didik secara nasional dan objektif. 

Data ini penting agar kita tidak lagi menebak-nebak kualitas pendidikan hanya berdasarkan asumsi atau persepsi semata. 

Kedua, Assessment for Learning, yaitu menjadikan hasil TKA sebagai dasar perbaikan pembelajaran, baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional. 

Ketiga, Assessment as Learning, di mana penilaian menjadi bagian dari proses belajar itu sendiri, mendorong refleksi, kesadaran, dan perbaikan berkelanjutan.

Dengan desain seperti ini, TKA jelas bukan penentu kelulusan. Ia juga tidak memiliki tujuan  untuk memberi label pintar atau tidak pintar pada peserta didik.  

Namun sebaliknya, TKA berfungsi sebagai alat pemetaan capaian pendidikan nasional, sekaligus salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan, sekali lagi dipertimbangkan, dan bukan ditentukan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Fakta Sering Terlewatkan

Di tengah riuh kritik dan kekhawatiran, fakta lapangan sering kali luput dari perhatian. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat bahwa pelaksanaan TKA secara umum berjalan lancar, meskipun ini merupakan pelaksanaan perdana. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved