Bocah Akhir Hidup
Memprihatinkan, Bocah SD Akhiri Hidup Kembali Terjadi
Kabar menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Menambah rentetan kasus bunuh diri pada anak usia dini di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-kasus-bocah-akhiri-hidup-kembali-terjadi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kasus anak SD mengakhiri hidup kembali terjadi di Demak, Jawa Tengah, melibatkan anak perempuan berusia 12 tahun.
- Polisi memastikan tidak ada unsur pembunuhan berdasarkan hasil visum dan rekaman CCTV.
- Sebelumnya, kasus serupa terjadi di NTT yang diduga dipicu akumulasi tekanan dan faktor ekonomi keluarga.
TRIBUN-SULBAR.COM - Kasus bocah mengakhiri hidup kembali terjadi.
Usai di Nusa Tenggara Timur, kasus kali ini terjadi di Demak Jawa Tengah.
Kabar menjadi hal yang sangat memprihatinkan.
Menambah rentetan kasus bunuh diri pada anak usia dini di Indonesia.
Kondisi tersebut sangat berkaitan dengan garis kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia.
Baca juga: Angka Bunuh Diri di Sulbar Meningkat, 36 Kasus Sepanjang 2024
Diketahui, kasus bocah di NTT akhiri hidup karena orang tuanya tak mampu beli buku dan pulpen.
Terbaru di Demak, korban merupakan anak perempuan berusia 12 tahun.
Korban diduga sakit hati terhadap ibunya.
Dikutip dari Tribun Jateng, korban sempat mengunggah percakapan melalui pesan WhatsApp (WA) yang diduga berisi makian.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut.
Tangkapan layar percakapan itu diunggah korban beberapa hari sebelum peristiwa tragis terjadi.
"Screenshot chat dari ibu ke korban lalu diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa terjadi," kata Anggah, Jumat (13/2/2026).
Unggahan itu kemudian tersebar luas di media sosial, termasuk dibagikan akun Instagram @infodemakraya.
Pertama Kali Diketahui Ibu Korban
Anggah menjelaskan, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban.
| DAFTAR 13 Dapur SPPG di Polman Disuspend BGN, Ada Masalah Limbah hingga Izin Sanitasi |
|
|---|
| Selamatkan 2.000 PPPK Sulbar, Gubernur SDK Kebut PAD hingga Pilih Kurangi Gaji Daripada Dipecat |
|
|---|
| 7 Cara Berkendara Hemat BBM untuk Motor, Hindari Akselerasi Berlebihan |
|
|---|
| Koordinasi ke DJKI, Kanwil Kemenkum Sulbar Perkuat Sinergi Layanan KI di Daerah |
|
|---|
| Harga Plastik di Sejumlah Daerah Indonesia Melonjak Tajam Imbas Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|