Senin, 4 Mei 2026

Bocah Akhir Hidup

Memprihatinkan, Bocah SD Akhiri Hidup Kembali Terjadi

Kabar menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Menambah rentetan kasus bunuh diri pada anak usia dini di Indonesia.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Memprihatinkan, Bocah SD Akhiri Hidup Kembali Terjadi
Istimewa/ist
BOCAH BUNUH DIRI - Ilustrasi kasus bocah akhiri hidup kembali terjadi 

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB.

"Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban naik mobil pulang ke rumah. Lalu masuk ke rumah pukul 18.01 WIB," jelas Anggah.

Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.

"Jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak. Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujar Anggah.

Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan.

Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.

Hasil Pemeriksaan Forensik

Hasil visum dokter forensik menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat gantung diri.

"Ada luka akibat kekerasan tumpul berupa jejas atau lecet gantung pada leher.

Korban diduga meninggal dunia karena lemas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik dan rekaman CCTV, kepolisian membantah dugaan bahwa korban dibunuh oleh ibunya.

"Dari hasil pemeriksaan dokter forensik tadi, kemudian kita lihat rekaman CCTV yang menunjukkan ibu korban masuk ke rumah jam 18.01 WIB dan keluar jam 18.03 WIB sambil histeris untuk meminta tolong ke tetangga sebelah."

"Dengan rentang waktu sekitar 1,5 - 2 menit, tidak memungkinkan indikasi ibu korban melakukan pembunuhan," kata Anggah.

Selain itu, aktivitas terakhir di HP korban yaitu pukul 16.25 WIB. Selama rentang waktu itu hingga ibu korban pulang, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah.

Anggah mengakui bahwa sebelumnya sang ibu beberapa kali mengirim pesan bernada marah dan mengandung kata-kata kasar kepada korban. 

Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti tindakan korban tidak dapat disimpulkan hanya dari percakapan tersebut.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved