Bocah Akhir Hidup
Memprihatinkan, Bocah SD Akhiri Hidup Kembali Terjadi
Kabar menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Menambah rentetan kasus bunuh diri pada anak usia dini di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-kasus-bocah-akhiri-hidup-kembali-terjadi.jpg)
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB.
"Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban naik mobil pulang ke rumah. Lalu masuk ke rumah pukul 18.01 WIB," jelas Anggah.
Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
"Jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak. Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujar Anggah.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan.
Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.
Hasil Pemeriksaan Forensik
Hasil visum dokter forensik menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat gantung diri.
"Ada luka akibat kekerasan tumpul berupa jejas atau lecet gantung pada leher.
Korban diduga meninggal dunia karena lemas.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik dan rekaman CCTV, kepolisian membantah dugaan bahwa korban dibunuh oleh ibunya.
"Dari hasil pemeriksaan dokter forensik tadi, kemudian kita lihat rekaman CCTV yang menunjukkan ibu korban masuk ke rumah jam 18.01 WIB dan keluar jam 18.03 WIB sambil histeris untuk meminta tolong ke tetangga sebelah."
"Dengan rentang waktu sekitar 1,5 - 2 menit, tidak memungkinkan indikasi ibu korban melakukan pembunuhan," kata Anggah.
Selain itu, aktivitas terakhir di HP korban yaitu pukul 16.25 WIB. Selama rentang waktu itu hingga ibu korban pulang, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah.
Anggah mengakui bahwa sebelumnya sang ibu beberapa kali mengirim pesan bernada marah dan mengandung kata-kata kasar kepada korban.
Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti tindakan korban tidak dapat disimpulkan hanya dari percakapan tersebut.
| 32 Calon Jamaah Haji Mamuju Gagal Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Hari Otonomi Daerah 2026, Sekda Mateng Dorong Pemerataan Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi KDMP dan KNMP 2026 Sudah Keluar, Cek di phtc.panselnas.go.id |
|
|---|
| Brace Ryan Egy Saputra Antar Persimaju ke Final Piala Gubernur Sulbar |
|
|---|
| Sempat Kena Comeback, Taeso Putra Singkirkan Mandar United di Liga 4 Zona Sulbar, Skor 5-4 |
|
|---|