Bocah Akhir Hidup
Memprihatinkan, Bocah SD Akhiri Hidup Kembali Terjadi
Kabar menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Menambah rentetan kasus bunuh diri pada anak usia dini di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-kasus-bocah-akhiri-hidup-kembali-terjadi.jpg)
"Jadi ceritanya bukan semata-mata karena alat tulis, tetapi juga karena sering dinasihati oleh ibunya,” ungkap Andrey.
Sementara itu, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kasus siswa SD di NTT yang mengakhiri hidup ini.
Hal itu diperkuat dengan hasil visum yang tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Penyelidikan polisi juga tidak menemukan indikasi perundungan di lingkungan sekolah yang dapat memicu kondisi psikologis korban.
“Kesimpulan sementara, tindakan tersebut dilakukan atas kehendak korban sendiri,” tegas Andrey.
Disclaimer:
Berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri.
Apabila Anda saat ini mengalami depresi atau keinginan bunuh diri, jangan putus asa, jangan ragu bercerita, berkonsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater, psikolog atau klinik kesehatan jiwa.
Depresi dan gangguan kejiwaan dapat pulih dengan bantuan profesional kesehatan mental.
Temukan informasi mengenai bagaimana menjaga kesehatan mental dan menghubungi layanan profesional di laman Pencegahan Bunuh Diri Into The Light Indonesia di www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power |
|
|---|
| Alfamart Buka Lowongan Kerja 2026, Terbuka untuk Lulusan SMA hingga S1 Penempatan Sulsel dan Sulbar |
|
|---|
| Resep Rendang Daging Sapi Khas Minang, Hidangan Favorit yang Cocok Disajikan Saat Iduladha |
|
|---|
| Gubernur Sulbar Lepas Persimaju ke Liga 4 Piala Presiden 2026, Target Tampil Membanggakan |
|
|---|
| Kepala Kemenhaj Mamuju Sebut Korban Penipuan Haji Lebih Percaya Penipu Ketimbang Imbauan |
|
|---|