Rabu, 27 Mei 2026

2 Jam Dialog dengan Gubernur Sulsel Buntu Massa Luwu Raya Akan Tutup Jalan Lagi

Yandi mengatakan tidak ada solusi ditawarkan Andi Sudirman terkait permintaan pemekaran Luwu Raya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto 2 Jam Dialog dengan Gubernur Sulsel Buntu Massa Luwu Raya Akan Tutup Jalan Lagi
Tribun-timur.com
PROVINSI LUWU RAYA - Sebuah eskavator tua dipasang melintang di badan jalan di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Aksi ini bagian dari unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah. 

Ringkasan Berita:Dampak Situasi
1. Penghadangan: Mahasiswa sempat menghadang kendaraan Gubernur saat hendak meninggalkan lokasi pertemuan.
2. Ancaman Aksi Lanjutan: Karena merasa tidak puas, mahasiswa mengancam akan melanjutkan perjuangan, termasuk potensi penutupan jalan trans-Sulawesi di wilayah Luwu Raya hingga Makassar.
3. Latar Belakang Aksi: Sebelumnya, akses jalan menuju Luwu sudah sempat lumpuh selama dua pekan akibat aksi massa.

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Selama 2 jam, perwakilan massa Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya Bersama Wali Kota Palopo Naili Trisal, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri, serta Bupati Luwu Patahuddin bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (29/1/2026).

Pertemuan itu guna membahas isu panas desakan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Warga dan mahasiswa bahkan sempat menutup akses jalan menuju Luwu selama dua pekan.

Baca juga: Tak Terima Dipecat Sepihak, Belasan Aparat Desa Batu Makkada Mengadu ke Dinas PMD Mamuju

Baca juga: Kunci Jawaban Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 2 SD: Belajar Cerita Tentang Bela

Usai bertemu Andi Sudirman Sulaiman, Ketua PP Ipmil Luwu Yandi kecewa.

Menurutnya tidak ada solusi ditawarkan Andi Sudirman terkait permintaan pemekaran Luwu Raya.

"Pertemuan gagal yang hanya sifatnya normatif dan sosialisasi," jelas Yandi dikutip dari Tribun-Timur.com.

Tidak dibahas pemecahan masalah Daerah Otonomi Baru (DOB), untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.

"Haraoan kami dari pertemuan tadi sebenarnya mengarah pada persoalan pengawalan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah," ujarnya menambahkan.

Memang, moratorium DOB yang saat ini membatasi pemekaran belum dicabut oleh pemerintah pusat.

Namun Yandi menyebut, seharusnya pemerintah Sulawesi Selatan mengawal permintaan pemekaran ke pemerintah pusat.

LUWU RAYA - Ketua PP Ipmil Luwu Yandi saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Kota Makassar, Sulsel pada Kamis (29/1/2026) malam. Yandi kecewa dengan pertemuan bareng Gubernur Sulsel Andi Sudirman yang dianggap tak membuahkan hasil
LUWU RAYA - Ketua PP Ipmil Luwu Yandi saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Kota Makassar, Sulsel pada Kamis (29/1/2026) malam. Yandi kecewa dengan pertemuan bareng Gubernur Sulsel Andi Sudirman yang dianggap tak membuahkan hasil (Tribun-timur.com)

Ia menilai komitmen pengawalan pemekaran ini tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Usai pertemuan, Yandi bersama sejumlah mahasiswa sempat menghadang Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ketika adik kandung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu hendak meninggalkan Baruga Asta Cita, tepatnya di belakang Masjid Rumah Jabatan Gubernur.

Mediasi lanjutan yang coba dibangun pun tak membuahkan hasil.

Massa lalu kembali ke Baruga Asta Cita. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved