Rabu, 3 Juni 2026

Berita Sulbar

KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Lintas Sektoral untuk Penanganan Stunting

Upaya terpadu ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Lintas Sektoral untuk Penanganan Stunting
Tribun-Sulbar.com/Pemprov Sulbar
EDUKASI STUNTING - Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar mengatakan Kominfo Sulbar bersiap melakukan lompatan besar dengan mengintegrasikan data stunting lintas sektoral guna menyusun konten edukasi yang lebih akurat, sekaligus menyiapkan fasilitasi dashboard serta penyediaan aplikasi khusus sebagai program intervensi. 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat melaporkan hasil dukungan terhadap Program Pastipadu Tahun Anggaran 2026. 

Memasuki pertengahan tahun ini, Kominfo Sulbar bersiap melakukan lompatan besar dengan mengintegrasikan data stunting lintas sektoral guna menyusun konten edukasi yang lebih akurat, sekaligus menyiapkan fasilitasi dashboard serta penyediaan aplikasi khusus sebagai program intervensi.

Baca juga: Ketua APDESI Mamuju Tengah Alimuddin Jagokan Prancis Versus Brazil di Final Piala Dunia 2026

Baca juga: Menakar Pelatihan 20 JP Antara Penguatan Kompetensi dan Formalitas Administratif

Langkah integrasi tersebut akan menyatukan berbagai basis data penting, mulai dari Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DTSEN, hingga Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) milik Kemenkes. 

Upaya terpadu ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sebagai bentuk komitmen nyata dalam menekan angka stunting di Bumi Manakarra.

Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa penyatuan data dari berbagai lini tersebut menjadi kunci utama keberhasilan program di lapangan.

"Integrasi data dari SIGA, BKKBN, hingga Kemenkes ini sangat krusial. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dengan data masing-masing. Melalui satu data yang terintegrasi, kita bisa melihat peta stunting secara riil di lapangan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tegas Ridwan.

Selain penguatan dari sisi sistem dan aplikasi intervensi, program ini juga ditopang oleh strategi komunikasi yang masif. 

Selama lima bulan terakhir, Kominfo Sulbar telah bergerak di ranah publikasi dengan mengoptimalkan media sosial dan media massa melalui produksi infografis serta konten edukasi yang kreatif.

Strategi ini kian bertenaga berkat dukungan sekira 120 mitra media online yang tersebar di lingkup Pemprov Sulbar. Lewat jaringan kemitraan yang luas tersebut, Diskominfo aktif membangun narasi bersama guna mengedukasi publik terkait penanganan stunting secara serentak di enam kabupaten. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved