Berita Sulbar
KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Lintas Sektoral untuk Penanganan Stunting
Upaya terpadu ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kadis-koinfoSS-Sulbar.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat melaporkan hasil dukungan terhadap Program Pastipadu Tahun Anggaran 2026.
Memasuki pertengahan tahun ini, Kominfo Sulbar bersiap melakukan lompatan besar dengan mengintegrasikan data stunting lintas sektoral guna menyusun konten edukasi yang lebih akurat, sekaligus menyiapkan fasilitasi dashboard serta penyediaan aplikasi khusus sebagai program intervensi.
Baca juga: Ketua APDESI Mamuju Tengah Alimuddin Jagokan Prancis Versus Brazil di Final Piala Dunia 2026
Baca juga: Menakar Pelatihan 20 JP Antara Penguatan Kompetensi dan Formalitas Administratif
Langkah integrasi tersebut akan menyatukan berbagai basis data penting, mulai dari Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DTSEN, hingga Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) milik Kemenkes.
Upaya terpadu ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sebagai bentuk komitmen nyata dalam menekan angka stunting di Bumi Manakarra.
Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa penyatuan data dari berbagai lini tersebut menjadi kunci utama keberhasilan program di lapangan.
"Integrasi data dari SIGA, BKKBN, hingga Kemenkes ini sangat krusial. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dengan data masing-masing. Melalui satu data yang terintegrasi, kita bisa melihat peta stunting secara riil di lapangan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tegas Ridwan.
Selain penguatan dari sisi sistem dan aplikasi intervensi, program ini juga ditopang oleh strategi komunikasi yang masif.
Selama lima bulan terakhir, Kominfo Sulbar telah bergerak di ranah publikasi dengan mengoptimalkan media sosial dan media massa melalui produksi infografis serta konten edukasi yang kreatif.
Strategi ini kian bertenaga berkat dukungan sekira 120 mitra media online yang tersebar di lingkup Pemprov Sulbar. Lewat jaringan kemitraan yang luas tersebut, Diskominfo aktif membangun narasi bersama guna mengedukasi publik terkait penanganan stunting secara serentak di enam kabupaten. (*)
| Pemprov Sulbar Terima Penghargaan Sukses Tekan Pengangguran dari Kemendagri, BPS Beberkan Tolok Ukur |
|
|---|
| Dukung Program Pastipadu 2026, KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Stunting Lintas Sektoral |
|
|---|
| Setelah WFH 4 Bulan, Gubernur Sulbar Ingin Beri Tugas Baru ke PPPK: Daripada Libur! |
|
|---|
| Usai Libur 4 Bulan, PPPK Pemprov Sulbar Akan Ditugaskan ke Kecamatan Atasi Stunting dan Kemiskinan |
|
|---|
| Dikritik DPRD Soal Penghargaan Penurunan Pengangguran, Gubernur SDK Tantang Tunjukkan Data Tandingan |
|
|---|