Logam Tanah Jarang
Mamuju Diusulkan Jadi WIUP Logam Tanah Jarang Pertama di Indonesia
Di sektor pertahanan, LTJ menjadi komponen penting dalam sistem radar, sonar kapal selam, drone, hingga jet tempur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-logam-tanah-jarang-yang-menjadi-incaran-banyak-negara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah pusat mengusulkan Mamuju sebagai WIUP logam tanah jarang pertama di Indonesia.
- Potensi LTJ di Mamuju dinilai strategis untuk industri teknologi, pertahanan, hingga kendaraan listrik.
- Pemprov Sulbar menegaskan pengelolaan LTJ harus mengedepankan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah pusat sedang merencanakan pengembangan tambang logam tanah jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah menggelar pertemuan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bentukan Danantara, pada Rabu (14/5/2026).
Pertemuan berlangsung di Sekretariat Badan Industri Mineral (BIM), Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pertemuan tersebut membahas potensi LTJ di Mamuju yang kini menjadi incaran dunia untuk industri pertahanan, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik.
Baca juga: BUMN Baru Bentukan Danantara Akan Garap Tambang Logam Tanah Jarang di Mamuju
Pengembangan LTJ di Mamuju bahkan dirancang sebagai proyek hilirisasi rare earth element (REE).
WIUP Logam Tanah Jarang Pertama di Indonesia
Pemerintah pusat mengusulkan wilayah Mamuju sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) logam tanah jarang pertama di Indonesia.
Usulan tersebut didasarkan pada data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menunjukkan potensi cadangan LTJ cukup signifikan di Mamuju.
Data tersebut tertuang dalam laporan akhir penyelidikan umum logam tanah jarang dengan metode geologi dan geokimia di daerah Botteng dan sekitarnya, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Analisis laboratorium terhadap sampel hasil penyelidikan meliputi analisis major elements (XRF), XRD, petrografi, ICP-MS, dan SEM Mapping.
Kandungan logam tanah jarang ditemukan pada tanah maupun batuan di lokasi penyelidikan.
Potensi LTJ di lokasi tersebut dibagi ke dalam tiga blok, yakni Blok Botteng dan Blok Botteng Utara di Kecamatan Simboro, serta Blok Ahu Pasabu di Kecamatan Tapalang Barat.
Potensi LTJ di Blok Botteng dengan luas 1.011,33 hektar diperkirakan memiliki sumber daya tereka sebesar 122.505,99 ton.
Sementara itu, Blok Botteng Utara seluas 3.165,08 hektar memiliki kisaran kadar total LTJ sebesar 263,04 hingga 22.578,03 ppm.
Adapun Blok Ahu Pasabu seluas 1.659,45 hektar memiliki kisaran kadar total LTJ sebesar 546,03 hingga 2.939,49 ppm.