Mamuju
Kasus Briptu Rikki yang Viral di Makassar Diselesaikan Kekeluargaan
Briptu Rikki menegaskan kehadirannya di lokasi tersebut awalnya bertujuan untuk menyelesaikan urusan pribadi secara baik-baik.
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/polisi-viral.jpg)
Ringkasan Berita:
- Perselisihan antara Briptu Rikki Fahmi Jaya dan mantan kekasihnya, Dwi Clara, yang sempat viral di Makassar berakhir damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui surat pernyataan bersama.
- Dalam kesepakatan damai tersebut, Briptu Rikki dan Dwi Clara sepakat tidak lagi saling berkomunikasi. Jika melanggar
- Briptu Rikki mengaku datang ke lokasi untuk menyelesaikan urusan pribadi, namun situasi memanas akibat salah paham dengan sekelompok mahasiswa.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Perselisihan antara seorang anggota polisi asal Sulawesi Barat, Briptu Rikki Fahmi Jaya, dengan mantan kekasihnya, Dwi Clara, yang sempat viral di kawasan BTP Makassar, berakhir di meja perdamaian.
Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Kesepakatan ini dituangkan dalam Surat Kesepakatan Bersama yang ditandatangani di atas meterai pada Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Long Weekend di Pasangkayu, Pantai Koa Koa Sepi Pengunjung saat Libur Panjang
Baca juga: Berikut 50 Soal Lengkap dengan Jawaban Tes Kompetensi Calon Mitra BPS 2026
Briptu Rikki, yang merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tapalang, menjelaskan langkah ini diambil untuk meredam kegaduhan yang terjadi serta menyelesaikan persoalan pribadi.
Poin-Poin Kesepakatan Damai
Dalam dokumen surat pernyataan yang diterima, terdapat tiga poin utama yang menjadi dasar perdamaian antara Pihak Pertama (Briptu Rikki) dan Pihak Kedua (Dwi Clara):
1. Penyelesaian Kekeluargaan: Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah keributan yang terjadi pada Rabu (13/5/2026) pukul 23.40 Wita di BTP Blok I, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea secara damai.
2. Putus Komunikasi: Briptu Rikki dan Dwi Clara berjanji untuk tidak lagi melakukan komunikasi dalam bentuk apa pun di masa mendatang.
3. Konsekuensi Hukum: Apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan tersebut, mereka bersedia diproses secara hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Klarifikasi Akhir Briptu Rikki
Briptu Rikki menegaskan kehadirannya di lokasi tersebut awalnya bertujuan untuk menyelesaikan urusan pribadi secara baik-baik.
Namun, situasi di lapangan menjadi tidak terkendali akibat adanya salah paham dengan kelompok mahasiswa di lokasi kejadian.
"Tujuan saya adalah menyelesaikan masalah ini secara tuntas agar tidak ada lagi sangkut paut di kemudian hari. Dengan surat pernyataan ini, saya berharap semua pihak bisa menghormati privasi masing-masing," ujar Briptu Rikki.
Surat kesepakatan tersebut juga turut ditandatangani saksi-saksi dari kedua belah pihak, yakni Helena Banne dan Clara Brigitta.
Meskipun kesepakatan damai secara perdata dan kekeluargaan telah tercapai, Briptu Rikki tetap melaporkan kronologi kejadian ini kepada pimpinannya di Polresta Mamuju sebagai bentuk pertanggungjawaban anggota Polri.
Sebelumnya, kasus ini menjadi sorotan setelah video Briptu Rikki yang mengaku sebagai anggota Resmob beredar luas.
Klarifikasi ini sekaligus meluruskan bahwa tindakan tersebut spontan dilakukan karena dirinya merasa terancam saat dikepung oleh sekelompok orang di lokasi kejadian.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| Pesona Pantai Batumianak, Magnet Wisatawan Mamuju Tengah saat Long Weekend |
|
|---|
| Ini Penjelasan Lengkap Anggota Polsek Tapalang soal Video Viral di Makassar |
|
|---|
| Anggota Polsek Tapalang Bikin Keributan di Makassar Tunangan Diduga Selingkuh dengan Pria Lain |
|
|---|
| Long Weekend Wisata Kolam Renang di Mamuju Tengah Jadi Pilihan Warga Berwisata |
|
|---|
| Bangun Pos Kamling di Tapalang, Polisi Latih Hansip Lumpuhkan Pelaku Kriminal Tanpa Kekerasan |
|
|---|