Jalan Rusak Mamuju Tengah
SDA Melimpah, Tapi Kondisi Jalan Rusak Luput dari Perhatian, Warga Kombiling Mateng Menjerit
Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari
Penulis: Abd Rahman | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/jalan-rusak-kombiling.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, mengeluhkan jalan utama yang rusak parah selama bertahun-tahun dan belum mendapat perbaikan permanen.
- Kerusakan jalan menghambat aktivitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perikanan, terutama saat musim hujan karena jalan berlumpur dan dipenuhi genangan.
- Warga berharap pemerintah segera membeton atau mengaspal jalan tersebut agar akses transportasi dan perekonomian desa menjadi lebih lancar.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Warga Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, mengeluhkan kondisi jalan utama di desa mereka yang rusak selama bertahun-tahun dan belum mendapat perbaikan permanen.
Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perikanan.
Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi berlumpur dan dipenuhi genangan air.
Baca juga: Menganalisis Struktur Teks LHO: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 22-23
Baca juga: Kronologi Ibu Muda di Mamuju Nekat Minum Racun Bersama 3 Anaknya
Sementara pada musim kemarau, debu beterbangan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Tak sedikit pengendara sepeda motor juga dilaporkan pernah terjatuh akibat banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan.
Kondisi jalan yang masih berupa pengerasan membuat kendaraan harus melaju dengan sangat hati-hati.
Selain rusak, ruas jalan tersebut juga relatif sempit sehingga menyulitkan kendaraan yang berpapasan.
Kerusakan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil kebun, hasil tangkapan nelayan, dan mobilitas masyarakat sangat dikeluhkan karena kondisi jalan.
Padahal, Desa Kombiling dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar.
Mayoritas warga bekerja sebagai petani kelapa sawit, kelapa dalam, nelayan, dan peternak sapi. Wilayah ini juga memiliki areal persawahan yang luas.
Berdasarkan data monografi desa, jumlah penduduk Desa Kombiling mencapai 1.206 jiwa.
Meski memiliki potensi ekonomi yang besar, warga menilai infrastruktur jalan di desa mereka belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Jarak dari Topoyo, ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah, ke Desa Kombiling sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan sepeda motor.
| Bupati Arsal Aras ke Jakarta, Usulkan Perbaikan Jalan dan Irigasi di Mamuju Tengah |
|
|---|
| Jalan Trans Sulawesi Mateng Rusak, Pengendara Keluhkan Kondisi Seperti Kubangan Kerbau |
|
|---|
| Pengendara Keluhkan Genangan Air Tutupi Ruas Jalur Dua Tobadak Mamuju Tengah |
|
|---|
| Warga Keluhkan Jalan Bayor Mamuju Tengah, Bak Kubangan Kerbau |
|
|---|
| Pemotor Nyaris Celaka Lewati Jalan Berlubang di Poros Topoyo Tumbu Mamuju Tengah |
|
|---|