Senin, 11 Mei 2026

Jalan Rusak Mamuju Tengah

SDA Melimpah, Tapi Kondisi Jalan Rusak Luput dari Perhatian, Warga Kombiling Mateng Menjerit

Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari

Tayang:
Penulis: Abd Rahman | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto SDA Melimpah, Tapi Kondisi Jalan Rusak Luput dari Perhatian, Warga Kombiling Mateng Menjerit
Abd Rahman/abd rahman
JALAN RUSAK- Kondisi jalan utama di Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang rusak parah dan dipenuhi lubang serta genangan air. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen karena jalan tersebut menjadi akses vital untuk aktivitas sehari-hari dan distribusi hasil pertanian serta perikanan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, mengeluhkan jalan utama yang rusak parah selama bertahun-tahun dan belum mendapat perbaikan permanen.
  • Kerusakan jalan menghambat aktivitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perikanan, terutama saat musim hujan karena jalan berlumpur dan dipenuhi genangan.
  • Warga berharap pemerintah segera membeton atau mengaspal jalan tersebut agar akses transportasi dan perekonomian desa menjadi lebih lancar.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Warga Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, mengeluhkan kondisi jalan utama di desa mereka yang rusak selama bertahun-tahun dan belum mendapat perbaikan permanen.

Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perikanan.

Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi berlumpur dan dipenuhi genangan air.

Baca juga: Menganalisis Struktur Teks LHO: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 22-23

Baca juga: Kronologi Ibu Muda di Mamuju Nekat Minum Racun Bersama 3 Anaknya

Sementara pada musim kemarau, debu beterbangan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. 

Tak sedikit pengendara sepeda motor juga dilaporkan pernah terjatuh akibat banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan.

Kondisi jalan yang masih berupa pengerasan membuat kendaraan harus melaju dengan sangat hati-hati.

Selain rusak, ruas jalan tersebut juga relatif sempit sehingga menyulitkan kendaraan yang berpapasan.

Kerusakan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil kebun, hasil tangkapan nelayan, dan mobilitas masyarakat sangat dikeluhkan karena kondisi jalan.

Padahal, Desa Kombiling dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar.

Mayoritas warga bekerja sebagai petani kelapa sawit, kelapa dalam, nelayan, dan peternak sapi. Wilayah ini juga memiliki areal persawahan yang luas.

Berdasarkan data monografi desa, jumlah penduduk Desa Kombiling mencapai 1.206 jiwa.

Meski memiliki potensi ekonomi yang besar, warga menilai infrastruktur jalan di desa mereka belum mendapatkan perhatian yang memadai.

Jarak dari Topoyo, ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah, ke Desa Kombiling sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan sepeda motor.

JALAN RUSAK-Kondisi jalan menuju Pasar Smart Pasangkayu yang rusak parah dengan lubang dan genangan air, Kamis (18/9/2025). Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, namun rencana tersebut tertunda akibat pemangkasan anggaran Rp18 miliar.
JALAN RUSAK-Kondisi jalan menuju Pasar Smart Pasangkayu yang rusak parah dengan lubang dan genangan air, Kamis (18/9/2025). Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, namun rencana tersebut tertunda akibat pemangkasan anggaran Rp18 miliar. (Taufan Tribun Sulbar)
Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved