Rabu, 10 Juni 2026

Unsulbar

Dosen Unsulbar Latih Petani Terapkan Smart Farming IoT dan Pembuatan Biofertilizer-QQ

Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme menguntungkan yang berperan sebagai biofertilizer sekaligus agen bioproteksi tanaman.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Dosen Unsulbar Latih Petani Terapkan Smart Farming IoT dan Pembuatan Biofertilizer-QQ
Istimewa/Dosen Unsulbar
UNSULBAR - Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Smart Farming Berbasis IoT dan Teknologi Mikrobiologi Pertanian untuk Produktivitas Berkelanjutan” di Marasa Farm Hidroponik, Desa Mattiro Ade, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melatih petani di Pinrang untuk menerapkan smart farming berbasis IoT dan teknologi mikrobiologi.
  • Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memperkenalkan sistem pemantauan tanaman digital serta pembuatan Biofertilizer-QQ berbasis bakteri potensial.
  • Inovasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

 


TRIBUN-SULBAR.COM, PINRANG - Upaya mendorong transformasi pertanian modern terus dilakukan kalangan akademisi. Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Smart Farming Berbasis IoT dan Teknologi Mikrobiologi Pertanian untuk Produktivitas Berkelanjutan” di Marasa Farm Hidroponik, Desa Mattiro Ade, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang diikuti petani, pelaku usaha hidroponik, dan masyarakat setempat ini menghadirkan dua inovasi utama, yakni pelatihan Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT) serta pembuatan Biofertilizer-QQ berbasis bakteri potensial sebagai solusi peningkatan produktivitas pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan bioteknologi menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional usaha tani.

Baca juga: Dosen Unsulbar Latih KWT Katumbangan Produksi Sabun dan Sampo Alami Berbasis VCO Ramah Lingkungan

Baca juga: Tim PKM Teknik Mesin PNUP Ciptakan Mesin Bantu Produktivitas Ayam Kampung

"Petani saat ini perlu didukung dengan teknologi yang mampu membantu pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Karena itu kami memperkenalkan sistem Smart Farming berbasis IoT yang dapat memantau kondisi tanaman secara real-time, serta teknologi mikrobiologi melalui Biofertilizer-QQ untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara alami," ujarnya.

Penerapan Smart Farming Berbasis Teknologi Digital

Dalam sesi pelatihan Smart Farming, peserta diperkenalkan pada penggunaan sensor digital untuk memonitor berbagai parameter penting seperti suhu, kelembapan, pH, dan kondisi nutrisi tanaman.

Data yang diperoleh dapat diakses melalui perangkat digital sehingga memudahkan petani melakukan pengelolaan budidaya secara lebih presisi.

Pemanfaatan teknologi IoT dalam pertanian diketahui mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, nutrisi, dan tenaga kerja sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data. 

Berbagai program pelatihan smart farming di Indonesia juga menunjukkan bahwa teknologi ini membantu meningkatkan keterampilan dan kesiapan petani dalam mengadopsi pertanian modern. 

Selain teknologi digital, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan Biofertilizer-QQ (Quorum Quenching) yang diformulasikan menggunakan bakteri potensial hasil pengembangan riset mikrobiologi pertanian.

Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme menguntungkan yang berperan sebagai biofertilizer sekaligus agen bioproteksi tanaman.

Biofertilizer-QQ bekerja dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman serta membantu menekan perkembangan bakteri patogen melalui mekanisme quorum quenching, yaitu mengganggu sistem komunikasi antar bakteri penyebab penyakit.

Dengan pendekatan tersebut, penggunaan pupuk dan pestisida kimia diharapkan dapat dikurangi tanpa mengorbankan produktivitas tanaman.

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari proses perbanyakan bakteri, formulasi biofertilizer, hingga teknik aplikasi pada tanaman budidaya.

Tim dosen Unsulbar melaksanakan kegiatan PkM di Desa Mattiro Ade, Pinrang
UNSULBAR - Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Smart Farming Berbasis IoT dan Teknologi Mikrobiologi Pertanian untuk Produktivitas Berkelanjutan” di Marasa Farm Hidroponik, Desa Mattiro Ade, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Salah seorang peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan pada usaha pertanian yang dijalankannya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved