Rabu, 8 April 2026

Opini

Tren Jajanan Viral dan Dampaknya pada Kesehatan Anak

Sebuah studi pada tahun 2024 di SDN 2 Lhoksukon, Aceh menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Tren Jajanan Viral dan Dampaknya pada Kesehatan Anak
Istimewa
Prima Trisna AjiDosen prodi Spesialis Medikal BedahUniversitas Muhammadiyah Semarang 

Penulis : Prima Trisna Aji

Dosen prodi Spesialis Medikal Bedah

Universitas Muhammadiyah Semarang

 

TRIBUN-SULBAR.COM-  Di sudut-sudut sekolah, dari kota besar hingga pelosok desa, anak-anak berbondong- bondong memburu jajanan yang sedang viral. Kemasan yang mencolok, rasa yang ekstrem, dan tantangan yang tersebar luas di TikTok menjadikan jajanan bukan sekadar makanan selingan, melainkan bagian dari gaya hidup digital anak masa kini.

Namun, di balik keseruan tren tersebut, tersimpan ancaman serius bagi Kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Beberapa jajanan viral mengandung gula, pewarna, dan pengawet dalam kadar tinggi.

Dimana produk-produk ini seringkali tidak memiliki izin edar dari BPOM dan dipasarkan secara masif melalui media sosial tanpa pengawasan. Anak-anak usia sekolah dasar hingga remaja menjadi target pasar yang rentan karena minimnya tentang pengetahuan pangan dan pengaruh kuat dari peer group maupun konten digital.

Penelitian Terbaru: Literasi dan Edukasi Kunci

Sebuah studi pada tahun 2024 di SDN 2 Lhoksukon, Aceh menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang jajanan aman dari kategori cukup menjadi baik, mencapai 88 persen.

Penelitian ini juga didukung kuat oleh studi lain di SDN 101866 Batang Kuis yang menemukan bahwa media edukasi seperti “Nutri Case” mampu mengubah sikap dan pemahaman siswa terhadap jajanan sehat secara signifikan. 

Namun, studi tersebut juga menegaskan bahwa perubahan perilaku hanya akan bertahan jika edukasi dilakukan secara terus-menerus dan sistematis. Temuan penelitian ini menguatkan fakta bahwa literasi gizi dan edukasi keamanan panganharus menjadi bagian dari kurikulum formal dan informal di sekolah. 

Pendidikan yang hanya  bersifat sesaat tidak cukup untuk melawan arus promosi jajanan viral yang terus membombardir anak-anak setiap hari melalui gawai mereka. Hal ini apabila dibiarkan seperti bom waktu yang suatu saat akan meledak tak terkendali.

Kisah Nyata: Anak Keracunan di Tujuh Daerah

Pada bulan Oktober 2024 menjadi catatan kelam bagi dunia pendidikan dan kesehatan anak. Puluhan siswa SD di Bandar Lampung serta enam daerah lainnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan viral “Latiao” sebuah produk makanan olahan asal luar negeri yang populer di media sosial. 

Gejala seperti mual, muntah, dan pusing menyebabkan mereka harus mendapatkan perawatan medis intensif. Investigasi BPOM menemukan bahwa produk tersebut mengandung bakteri Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan gangguan saluran cerna dan komplikasi serius.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved