OPINI
Eksistensi Anak Muda sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Sasaran ini merupakan sebuah strategi yang tepat dalam menuju Indonesia emas 2045. Pasalnya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Muh-Rifki-Ramadhan.jpg)
Oleh:
Muh. Rifki Ramadhan
Member of ManifesThink Community
TRIBUN-SULBAR.COM - Indonesia emas 2045 merupakan kondisi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi yang ditandai dengan 70 persen jumlah penduduk di usia produktif. Dalam menuju Indonesia Emas 2045, dibutuhkan pula generasi emas untuk dapat survive dan dapat mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia menuju negara maju. Berkaca terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Indonesia memiliki 5 (lima) sasaran utama yang salah satunya yaitu Meningkatkan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM).
Sasaran ini merupakan sebuah strategi yang tepat dalam menuju Indonesia emas 2045. Pasalnya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci kemajuan dari sebuah negara. Hal tersebut sangat jelas bahwa apabila suatu negara ingin maju, dibutuhkan kualitas SDM yang mumpuni dengan cara adanya pembangunan SDM di suatu negara.
George Orwell dalam bukunya yang berjudul Nineteen Eighty-Four mengatakan bahwa: di kehidupan dunia ini, dari zaman ke zaman, masyarakat terdiri dari 3 (tiga) golongan yaitu tinggi, menengah, dan rendah. Golongan tinggi memiliki tujuan bagaimana mempertahankan posisinya saat ini. Golongan menengah memiliki tujuan bagaimana agar posisi golongan tinggi bisa direbut. Dan golongan rendah cenderung tidak memiliki tujuan karena SDM dan pikiran mereka yang masih terbelakang.
Kembali melihat jauh sebelum kemerdekaan dicapai, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kerajaan. Masyarakat saat itu cenderung hidup hanya berasaskan kepercayaan dan agama. Kondisi masyarakat tersebut berada di posisi golongan rendah yang hanya bergantung pada satu sumber tanpa mau mengeksplorasi sumber lain. Sehingga hal tersebut berdampak pada kualitas SDM yang tidak visioner, mudah diprovokasi oleh pihak lain, dan buta akan kemajuan zaman.
Karena itu, di zaman modern saat ini, SDM Indonesia tidak ingin berada di golongan rendah. Indonesia harus mampu meningkatkan valuenya dan dapat berada di golongan tinggi menuju negara maju. Tapi apakah Indonesia mampu mewujudkan cita-cita pembangunan tersebut?
Dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia emas 2045, Indonesia membutuhkan kualitas SDM yang mumpuni. SDM Indonesia khususnya anak muda sebagai kunci Indonesia emas 2045 memiliki peranan penting dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia. Anak muda memegang peran sentral yang cenderung lebih inovatif dan kreatif. Anak muda memiliki pikiran yang lebih fresh dengan konsep dan ide yang inovatif. Hal ini tentunya berperan penting dalam peningkatan di bidang pengetahuan, ekonomi, teknologi dan sebagainya. Anak muda juga cenderung lebih menguasai kondisi teknologi. Saat ini, kita memasuki era Internet of Things, yang dimana segala sesuatu berhubungan dengan teknologi internet. Karena itu, dibutuhkan anak muda yang dapat terus belajar memanfaatkan dan menguasai kemajuan teknologi. Anak muda mampu untuk berkarya menciptakan hal-hal baru dan dapat mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia melalui teknologi.
Menghadapi bonus demografi tersebut, Indonesia akan dihadapkan pada banyaknya permasalahan sosial yang kian rumit. Bisa diketahui bahwa usia produktif selalu mengacu terhadap pikiran idealis dan kritis yang memiliki dampak terhadap perubahan sosial di masyarakat. Karena itu, dalam menghadapi tantangan sosial di masyarakat, anak muda sebagai agent of change juga mampu untuk memberikan dampak positif dan menjadi sosok yang dapat memberikan solusi dari berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Hal ini didasarkan pada kemampuan anak muda yang dapat dengan cepat beradaptasi pada perubahan sosial di masyarakat.
Dari berbagai peranan anak muda sebagai kunci Indonesia emas 2045 tersebut, tidak dapat tercapai apabila tidak didukung oleh pemimpin dan pihak terkait. Dalam kehidupan masyarakat, setiap individu memiliki prinsip bahwa “maximizing benefits, minimizing cost”. Pemimpin masa depan harus mampu menawarkan banyak keuntungan bagi masyarakatnya agar setiap individu khususnya anak muda mampu meningkatkan kualitas diri mereka yang akan berdampak pada kemajuan suatu negara. Anak muda dapat menjadi sosok yang mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia menuju negara maju yang dapat bersaing dan menjadi negara terpandang di kancah global. (*)