Kasus Pelecehan
Rektor UNM Karta Jayadi Balik Somasi Dosen Q Polisikan Dirinya Kasus Dugaan Pelecehan
Mengingat posisi terlapor sebagai pimpinan tertinggi kampus, korban menilai mekanisme internal berpotensi tidak objektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PROF-KARTA-PELECEHAN.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Kasus dugaan pelecehan diduga melibatkan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Karta Jayadi makin seru.
Karta Jayadi sebelumnya dituduh atas dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bermuatan asusila kepada seorang dosen UNM inisial Q.
Dugaan pelecehan itu telah diaporkan Q ke Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek dan Polda Sulsel.
Bukti dibawa Q mulai bukti percakapan pribadinya dengan Karta Jayadi yang disimpan selama 3 tahun terakhir.
Termasuk bukti asli percakapan tetap tersimpan di perangkat pribadi untuk keperluan pemeriksaan digital forensik.
Baca juga: PT Unggul Widya Teknologi Lestari Ajukan Perpanjangan HGU, Garap Lebih dari 5.000 Hektare
Baca juga: Evakuasi Dramatis Lansia Tuna Netra Korban Kebakaran di Mamasa Jalan Jelek Harus Ditandu 3 Kilometer
Q menuturkan, sejak 2022 hingga 2024, dia mengaku menerima berbagai pesan melalui aplikasi WhatsApp dari Rektor UNM berisi ajakan bermuatan seksual.
Selain itu, ada dugaan permintaan untuk bertemu di hotel serta kiriman gambar vulgar.
Ajakan itu ditolak korban berulang kali.
Beberapa kali korban juga mengingatkan agar perilaku itu dihentikan.
Namun, ajakan bernuansa mesum terus berulang hingga 2024.
Mengingat posisi terlapor sebagai pimpinan tertinggi kampus, korban menilai mekanisme internal berpotensi tidak objektif.
Karena itu, korban memilih melapor ke Polda Sulsel dan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.
"Laporan baru diajukan setelah lebih dua tahun karena butuh waktu mengumpulkan bukti lengkap," ujarnya.
Langkah ini ditempuh agar laporan tidak hanya berupa cerita, tetapi benar-benar didukung bukti kuat yang bisa diuji secara hukum.
Korban juga sadar ada risiko besar, termasuk kemungkinan serangan balik, tuduhan fitnah, hingga upaya mendiskreditkan secara pribadi maupun akademik.
| Dilecehkan 11 Pria, Remaja Perempuan di Pasangkayu Alami Trauma dan Akan Dirujuk ke Palu |
|
|---|
| PPPA Sulbar Kecam Keras Aksi Bejat 11 Pria di Pasangkayu yang Lecehkan Anak, Korban Trauma |
|
|---|
| Anak Perempuan 14 Tahun di Pasangkayu Dilecehkan 11 Pria, 3 Pelaku Lansia dan 8 Remaja |
|
|---|
| Modus Bejat 11 Pelaku Pelecehan Anak di Pasangkayu, Korban Diiming-imingi Rp 20 Ribu |
|
|---|
| Lecehkan Anak di Bawah Umur di Pasangkayu, 3 Pria Ditangkap, 8 Pelaku Lainya Hanya Wajib Lapor |
|
|---|