Bupati Kolaka Timur
Harta Kekayaan Bupati Kolaka Timur Abdul Azis yang Kena OTT KPK
Ia diduga terlibat dalam kasus permintaan fee proyek pembangunan rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kolase-foto-Bupati-Kolaka-Timur-Abdul-Azis.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap kepala daerah melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Kali ini, Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, terjaring dalam OTT usai dirinya mengikuti Rakernas Partai Nasdem di Makassar.
Ia diduga terlibat dalam kasus permintaan fee proyek pembangunan rumah sakit.
Setelah ditangkap, Abdul Azis langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Abdul Azis merupakan figur muda di kancah politik Sulawesi Tenggara.
Pria kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan, 5 Januari 1986 ini dibesarkan di Mamuju, Sulawesi Barat.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Setelah tamat SMA, ia melanjutkan pendidikan kepolisian di SPN Batua, Polda Sulawesi Selatan dan lulus sebagai Bintara Polri pada tahun 2004.
Abdul Azis pernah menjadi ajudan Gubernur Sultra, Ali Mazi, sebelum memutuskan pensiun dini dari Polri pada 31 Januari 2022 dengan pangkat terakhir Aipda.
Setelah keluar dari kepolisian, ia terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Nasdem.
Karier politik Abdul Azis cukup cepat menanjak.
Ia pertama kali menjabat sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur, menggantikan posisi Andi Merya Nur yang naik sebagai bupati setelah bupati sebelumnya meninggal dunia.
Pada 2022, Andi Merya Nur juga ditangkap KPK dalam kasus dana hibah BNPB.
Abdul Azis kemudian diangkat sebagai Plt Bupati Kolaka Timur.
Pada 27 November 2023, ia resmi dilantik menjadi Bupati Kolaka Timur definitif.