Kamis, 16 April 2026

Inflasi Sulbar

Inflasi Sulbar Capai 3,57 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

Kelompok pengeluaran paling mendorong inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau yang naik 7,91 persen.

Tayang:
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Inflasi Sulbar Capai 3,57 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Terbesar
Andika Firdaus/Tribun-Sulbar.com
INFLASI - Plt Kepala BPS M La'bi saat press rilis di kantor BPS Jl RE Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Jumat (1/8/2025).Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2025 mencapai 3,57 persen. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Inflasi di Sulawesi Barat pada Juli 2025 tercatat 3,57 persen secara year-on-year (y-on-y).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar.

Plt Kepala BPS Sulbar, M La'bi, menyebut inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,83 menjadi 109,61 dalam setahun terakhir.

Baca juga: Meski Inflasi Menghantui Sulawesi Barat, BI Sulbar Sebut Potensi Kopi Mamasa Bisa Dorong Ekonomi

“Inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,52 persen," kata La'bi dalam rilis di kantor BPS Sulbar, Jumat (1/8/2025).

Sementara inflasi tahun berjalan (year-to-date) mencapai 2,65 persen.

Inflasi terjadi di seluruh kabupaten yang disurvei.

Majene dan Mamuju sama-sama mencatatkan inflasi 3,56 persen.

Kelompok pengeluaran paling mendorong inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau yang naik 7,91 persen.

Komoditas utama penyumbangnya adalah beras, tomat, bawang merah, dan ikan layang.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada, perawatan pribadi dan jasa lainnya: naik 3,66 persen, didorong harga emas perhiasan.

Pendidikan: naik 2,62 persen, disumbang biaya akademi/perguruan tinggi.

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: naik 1,06 persen karena sewa rumah.

Satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, turun 0,27 persen akibat turunnya harga ponsel.

Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain kopi bubuk, ikan cakalang, ikan bandeng, SKM, dan kelapa.

Sementara itu, komoditas menahan laju inflasi (menyumbang deflasi) adalah pisang, daun bawang, ikan tuna, daging ayam ras, dan angkutan udara.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved