Jumat, 10 April 2026

Beras Oplosan

Ini Daftar Tiga Merek Beras Oplosan Ditemukan di Toko Ritel Modern Polman

Beras itu bahkan telah habis diperjual belikan selama beberapa pekan terakhir di masyarakat

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Ini Daftar Tiga Merek Beras Oplosan Ditemukan di Toko Ritel Modern Polman
FAHRUN RAMLI
BERAS OPLOSAN : Petugas saat menemukan tiga jenis beras oplosan, di beberapa toko retail modern yang ada di Jl Muh Yamin, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Polman, Sulbar, Kamis (17/7/2025) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sebanyak tiga merek beras masuk daftar oplosan ditemukan di tokoh retail modern di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Merek beras masuk kategori oplosan yakni beras Raja Platinium, Sanida dan Vutima.

Beras oplosan tersebut ditemukan  Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) menyasar beras oplosan di pasar modern, Kamis (17/7/2025).

Baca juga: Hari Ini Polisi Polda Sulbar Tilang 9 Pengendara di Mamuju 5 SIM dan 4 STNK Disita

Baca juga: Tersangka Kasus Narkoba di Mamuju Tengah Pakai Duit Curian Beli Sabu, Terancam Hukuman Mati

Sidak itu dilakukan, setelah maraknya kabar soal beras oplosan banyak beredar di pasar.

Beras itu bahkan telah habis diperjual belikan selama beberapa pekan terakhir di masyarakat.

"Sidak ini sesuai dengan hasil temuan Kementrian Pertanian, hasilnya ada tiga merek beras oplosan kita temukan," kata Kepala Bidang Perdagangan, Disperindagkop Polman, Fatriasmal kepada wartawan.

Dia menjelaskan tiga merek beras oplosan itu sudah jarang ditemukan di etalase toko lantaran habis terjual.

Beras oplosan ini kata Fatriasmal sangat merugikan masyarakat lantaran tidak memenuhi standar mutu beras premium.

Fatriasmal menyebut beras oplosan ditemukan itu sesuai dengan merek beras yang dirilis oleh Kementerian Pertanian.

"Otomatis sudah di konsumsi masyarakat, karena hasil pemeriksaan tadi sudah satu pekan dijual ke masyarakat," ungkapnya.

Fatriasmal memperkirakan sudah sekitar 20 bal tiga merek beras oplosan itu telah terjual di masyarakat.

Dia menegaskan dampak beras oplosan ini merugikan masyarakat, juga dapat membuat harga beras menjadi mahal.

"Jadi kita minta tadi ini kepada pegawai toko modern agar menarik merek beras oplosan di etalase, dia turunkan," ungkapnya.

Rencananya Disperindagkop Polman akan kembali melaksanakan Sidak agar dapat memantau beredarnya beras oplosan tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved