Rabu, 20 Mei 2026

Beras Oplosan

Diskoperindag Pasangkayu Gencar Sidak Pasar, Pastikan Tak Ada Beras Oplosan

Meski hingga kini belum ditemukan adanya beras oplosan, Diskoperindag Pasangkayu tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Diskoperindag Pasangkayu Gencar Sidak Pasar, Pastikan Tak Ada Beras Oplosan
Taufan/Tribun-Sulbar.com
BERAS OPLOSAN-Pegawai Diskoperindag Pasangkayu saat sidak beras di pasar Pasangkayu, demi temukan beras oplosan. Rahadian, Kepala Bidang Perdagangan mengatakan hingga saat ini, pihaknya belum menemukan beras oplosan di Kabupaten Pasangkayu. 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasangkayu intens melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional sejak bulan Juli 2025 lalu.

Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Diskoperindag Provinsi Sulawesi Barat, terkait adanya potensi peredaran beras oplosan di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pasangkayu, Rahadian, saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya tidak hanya bergerak sendiri, tetapi juga rutin berkoordinasi dengan aparat kepolisian dalam melakukan pengecekan.

Baca juga: Satgas Pangan Sidak Pasar Mamuju Cari Beras Oplosan

“Kami sudah turun ke pasar hingga ke gudang penyimpanan beras, tapi sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi peredaran beras oplosan,” jelas Rahadian.

Apalagi kata Rahadian, beras oplosan biasanya dijual lebih murah, demi menarik minat pembeli di tengah kenaikan harga beras.

Menururnya, secara umum beras oplosan terbagi menjadi dua kategori. 

Pertama, beras palsu yang memang dibuat bukan dari bahan padi. 

Kedua, beras asli yang dipindahkan ke dalam kemasan merek berbeda untuk mengelabui konsumen.

“Contohnya beras medium dimasukkan ke kemasan premium, atau sebaliknya. Hal ini jelas merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk beras oplosan jenis plastik atau tiruan, sebenarnya sangat mudah dikenali karena memiliki ciri fisik berbeda dengan beras asli.

“Bentuknya biasanya lebih bagus, lebih mengkilat, dan saat dimasak baru terlihat jelas perbedaan teksturnya. Ini tentu berbahaya jika sampai beredar,” kata Rahadian.

Meski hingga kini belum ditemukan adanya beras oplosan, Diskoperindag Pasangkayu tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Sidak pasar akan terus dilakukan secara berkala, agar masyarakat merasa aman dan tidak dirugikan dalam membeli kebutuhan pokok.

Rahadian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli beras. 

Jika menemukan kejanggalan, warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang.

“Jangan segan melapor. Kami siap menindaklanjuti bersama aparat kepolisian,” pungkasnya.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved