Sepeda Listrik
7 Bahaya Sepeda Listrik Bagi Anak Tanpa Pengawasan Orangtua Menurut Satlantas Polres Mateng
Kasat Lantas Polres Mateng, Iptu Herman S menyebut penggunaan motor listrik anak tanpa pengawasan orang dewasa dapat menimbulkan resiko berbahaya.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) rutin mengimbau masyarakat untuk tidak mengijinkan anaknya memakai sepeda listrik berkendara di jalan umum.
Hal itu dikarenakan untuk menghindari kasus kecelakaan meningkat di Mateng.
Baca juga: PKL Direlokasi ke Anjungan Manakarra Mamuju Kecewa, Pedagang Baru Bermunculan Dapat Tempat Strategis
Baca juga: 2 Jemaah Haji Polman Sulawesi Barat Wafat di Tanah Suci, Ratusan Lainnya Pulang 17 Juni
Kasat Lantas Polres Mateng, Iptu Herman S mengatakan, sepeda listrik semakin populer di kalangan anak-anak dikarenakan sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan dan menyenangkan.
Namun, menurutnya penggunaan motor listrik anak tanpa pengawasan orang dewasa dapat menimbulkan resiko berbahaya.
"Utamanya saat melintas di jalan raya atau di tempat-tempat keramaian," jelas Herman kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (17/6/2025).
Olehnya itu ia menyarankan, anak-anak tidak mengendarai sepeda listrik di jalan raya.
Menurut Herman, ada 7 bahaya penggunaan sepeda listrik tanpa pengawasan orang tua, yakni :
1. Resiko kecelakaan lalulintas, dimana bahaya utama dari anak yang mengendarai motor listrik tanpa pengawasan adalah risiko kecelakaan lalu lintas.
2. Tidak memiliki keterampilan berkendara yang cukup berkendara dengan baik memerlukan keterampilan dan pengalaman. Anak-anak mungkin belum memiliki keterampilan berkendara yang memadai untuk mengendalikan motor listrik, terutama dalam situasi yang menantang.
3. Kurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar, dimana anak-anak cenderung lebih fokus pada kesenangan berkendara dan mungkin mengabaikan lingkungan sekitar mereka.
4. Resiko cedera fisik berkendara tanpa pengawasan dapat menyebabkan risiko cedera fisik yang serius. Jika anak-anak terjatuh dari motor atau terlibat dalam kecelakaan, mereka bisa mengalami luka ringan hingga parah.
5. Penggunaan yang Tidak bertanggung jawab, dimana anak-anak sering kali tidak memahami tanggung jawab yang datang dengan memiliki motor listrik.
6. Ketergantungan pada teknologi, ketergantungan pada motor listrik dapat mengurangi aktivitas fisik anak.
7. Menyebabkan kecemasan pada orang tua ketika anak-anak mengendarai motor listrik tanpa pengawasan, orang tua sering kali merasa cemas dan khawatir tentang keselamatan mereka.
"Dari ketujuh poin tersebut, kami secara tegas mengingatkan orang tua untuk tidak membiarkan anaknya mengendarai sepeda listrik di jalan raya untuk keselamatan kita bersama," tutupnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.