Rabu, 27 Mei 2026

Profil Tokoh

Ariani Hidayat: Membawa Islam yang Merangkul Lewat SYAFAA untuk Muallaf

Selain kiprahnya di dunia penyuluhan dan akademisi, ibu Ariani juga merupakan Aktor Resolusi Konflik.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Ariani Hidayat: Membawa Islam yang Merangkul Lewat SYAFAA untuk Muallaf
dok istimewa
PROFIL - Dr. Andi Ariani Hidayat lahir di Bulukumba, 19 Desember 1987. Ia merupakan Penyuluh Agama Islam Fungsional di Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, sekaligus Dosen di Universitas DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle, Polewali Mandar. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Sosok Dr. Andi Ariani Hidayat, S.Th.I., M.HI., dikenal sebagai penyuluh agama yang tak hanya mengabdi lewat kata, tapi juga lewat aksi nyata.

Lahir di Bulukumba, 19 Desember 1987, Ariani aktif sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional di Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Selain itu, ia juga mengajar sebagai dosen di Universitas DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle, Polewali Mandar.

Selain kiprahnya di dunia penyuluhan dan akademisi, ibu Ariani juga merupakan Aktor Resolusi Konflik.

Ia bertugas mengidentifikasi dan memitigasi konflik, membangun dialog, agar tercapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan khususnya masalah yang berdimensi sosial keagamaan di wilayah Kecamatan Sesenapadang.

Dalam ajang Penyuluh Agama Islam Award Nasional 2025, Ariani tampil dengan inovasi unggulan bertajuk SYAFAA (Sertifikat Syahadat Muallaf), dalam kategori Pendampingan Kelompok Rentan.

SYAFAA adalah program gagasan Dr. Ariani yang dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan muallaf akan pengakuan administratif dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Sertifikat Syahadat Muallaf (SYAFAA) bukan hanya simbol legalitas pengislaman, tapi juga pintu masuk menuju pembinaan berkelanjutan berbasis kasih sayang, toleransi, dan pemahaman keislaman yang menyeluruh.

Dengan program ini, muallaf mendapatkan sertifikat resmi yang diakui negara, serta akses ke pendampingan intensif meliputi pendidikan dasar Islam, pelatihan ibadah, penguatan akidah, dan bimbingan psikososial. 
Program ini juga berjejaring dengan instansi terkait seperti Dukcapil, Baznas, dan MUI untuk memastikan integrasi antara kebutuhan spiritual dan administratif.

SYAFAA lahir dari pengamatan lapangan ibu Ariani, yang melihat banyaknya muallaf yang setelah mengucap syahadat justru hidup dalam kesepian spiritual dan keterasingan sosial.

Melalui SYAFA, ia hadir membawa Islam yang memanusiakan manusia, meneguhkan nilai rahmatan lil alamin.

Kiprah dan Keseharian

Ibu dari tiga putri ini dikenal aktif menjangkau masyarakat akar rumput, terutama komunitas rentan seperti muallaf, kaum perempuan, hingga remaja usia sekolah. 
Selain itu Ia juga konsisten membina Majelis Taklim, menyampaikan ceramah keislaman di berbagai forum, dan mengembangkan materi penyuluhan berbasis pendekatan tematik dan partisipan.

Ariani juga aktif mengangkat isu-isu sosial kontemporer, seperti pernikahan anak, stunting, moderasi beragama, dan ketahanan keluarga Islami dalam program bimbingan dan edukasi masyarakat.

Pendekatan yang ia gunakan sangat humanistik: tidak menggurui, tetapi merangkul, mendengar, dan membimbing dengan kasih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved