Minggu, 10 Mei 2026

Buaya Pasangkayu

Buaya Besar Sering Muncul di Bambakoro Pasangkayu Diduga Karena Sering Diberi Makan

Kemunculan buaya itu menimbulkan keresahan bagi warga setempat khusunya para nelayan.

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Buaya Besar Sering Muncul di Bambakoro Pasangkayu Diduga Karena Sering Diberi Makan
Tangkapan layar
KEMUNCULAN BUAYA - Buaya besar saat memunculkan diri di pantai Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, dan diberi makan oleh warga. Kemunculan buaya ini menimbulkan keresahan bagi warga setempat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Warga Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai resah dengan kemunculan buaya besar di laut.

Buaya besar berukuran hampir 3 meter ini mulais ering menampakkan diri di pantai Desa Bambakoro Pasangkayu.

Sementara di pantai tersebut banyak perahu nelayan terparkir. 

Baca juga: WALHI Sulbar Minta Gubernur Jangan Terkesan Lepas Tangan Soal Aksi Massa Tolak Tambang Pasir

Baca juga: Eks Bendahara Dinkes Polman Ditahan Usai Korupsi Rp2,1 Miliar Dihabiskan Main Judi Online

Aktivitas warga di pantai juga terbilang sering sehingga mulai dikhawatirkan. 

Kemunculan buaya itu menimbulkan keresahan bagi warga setempat khusunya para nelayan.

Salah satu warga, Sipami Basri saat dikonfirmasi mengatakan, kemunculan buaya tersebut sering terjadi akibat selalu diberi makan para nelayan.

"Ini buaya sering muncul, karena selalu diberi makan," katanya, Kamis (8/5/2025).

Dia mengatakan, sejumlah nelayan sering memberikan makan ikan hasil tangkapan kepada buaya tersebut.

Padahal di pantai itu terdapat banyak perahu nelayan yang terparkir.

"Bahkan sering ditempati anak-anak bermain," tambah Sipami.

Kata dia, buaya tersebut juga sering terlihat berjemur di bibir pantai.

Hal ini menimbulkan keresahan bagi warga, karena makin membahayakan keselamatan mereka.

Saat ini, warga lain mulai membatasi aktivitas di pantai, serta melarang anak-anak mereka bermain di sana.

Hal itu mereka lakukan, demi menghindari ancama dari predator muara tersebut.

Akan tetapi, sebagian warga lain justru menganggap biasa kondisi ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved