Jumat, 8 Mei 2026

Sapi Kurban Prabowo

Sapi Milik Darwin Peternak Pasangkayu Jadi Pilihan Presiden Prabowo untuk Kurban Idul Adha

Perawatan dilakukan mulai dari pemberian pakan berkualitas, vitamin tambahan, hingga pemantauan kesehatan secara rutin.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Sapi Milik Darwin Peternak Pasangkayu Jadi Pilihan Presiden Prabowo untuk Kurban Idul Adha
Taufan/Taufan
SAPI KURBAN-Sapi jenis Limosin hasil inseminasi buatan milik Darwin, peternak asal Desa Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, yang terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi berbobot 830 kilogram itu rencananya akan dikurbankan di Masjid Nurul Huda, Kota Pasangkayu. 

Ringkasan Berita:
  • Sapi milik peternak asal Desa Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah.
  • Sapi jenis Limosin indukan Angus milik Darwin itu memiliki bobot 830 kilogram, sehingga memenuhi standar minimal sapi kurban presiden yang ditetapkan 800 kilogram.
  • Sapi seharga Rp100 juta tersebut rencananya akan disembelih di Masjid Nurul Huda saat Hari Raya Idul Adha mendatang.

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Tahun ini, satu ekor sapi milik peternak asal Kabupaten Pasangkayu terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi tersebut merupakan milik Darwin, peternak asal Desa Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Kabar terpilihnya sapi itu disampaikan oleh Masran, Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Dinas Peternakan dan Perkebunan Pasangkayu, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Masran, sapi yang dipilih merupakan jenis Limosin dengan indukan Angus hasil inseminasi buatan.

“Bobot sapi itu mencapai 830 kilogram, jadi sudah melebihi standar sapi kurban presiden yang minimal 800 kilogram,” ujar Masran.

Baca juga: Politisi Golkar Mamuju Pesimis Puskesmas BLUD Mampu Tutupi Kebutuhan Insentif Nakes

Baca juga: Video Viral Siswi SMP di Bonehau Mamuju Dikeroyok 3 Pelajar SMA, Dipicu Saling Ejek di Medsos

Ia menjelaskan, proses seleksi sapi kurban presiden dilakukan cukup ketat. 

Selain memperhatikan kondisi kesehatan hewan, bobot tubuh sapi juga menjadi syarat utama dalam penilaian.

Di Kabupaten Pasangkayu sendiri, terdapat tiga ekor sapi yang sempat masuk kandidat untuk kurban presiden tahun ini.

Ketiga sapi itu berasal dari peternak di Kota Pasangkayu, Desa Randomayang, serta milik Darwin dari Desa Kaluku Nangka.

Sapi dari Desa Randomayang sebelumnya bahkan pernah menjadi pilihan kurban presiden pada tahun lalu.

Namun, dua kandidat lainnya hanya memiliki bobot di kisaran 700 kilogram lebih, sehingga belum memenuhi standar yang ditetapkan.

“Sementara sapi milik Darwin ini sudah di atas standar, jadi yang dipilih tahun ini,” katanya.

Masran menuturkan, sapi tersebut dipelihara secara khusus sejak lama.

Darwin disebut sengaja merawat ternaknya dengan serius untuk dipersiapkan mengikuti seleksi hewan kurban presiden.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved