Bapperida Sulbar
Hadiri Jambore Pemuda Pancasila, Junda Maulana Dorong Ormas Ikut Bangun Daerah Lewat Pentahelix
Menurut Junda, organisasi masyarakat memiliki peran vital dalam pembangunan daerah melalui pentahelix
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Giat-pemuda-Pancasila.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Junda Maulana, menghadiri pembukaan Jambore dan Temu Kader Pemuda Pancasila NPC Kabupaten Mamuju, yang digelar di Marasa Corner, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, Jumat (2/5/2025).
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pelantikan sejumlah badan di lingkungan Pemuda Pancasila NPC Kabupaten Mamuju, seperti Badan Kesehatan, Penanggulangan Bencana, Komando Inti, serta pelantikan anggota Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAGMA).
Baca juga: Bacaan Doa Agar Suamimu Tidak Direbut Pelakor
Baca juga: 22 Kilometer dari Kota Mamuju, Yuk ke Wisata Air Terjun Uhaimanyang di Tapalang Barat
Junda yang juga merupakan anggota Dewan Pembina SAGMA Kabupaten Mamuju menyampaikan bahwa kegiatan jambore ini tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi dan solidaritas antaranggota.
“Ini adalah momentum penting untuk membangun solidaritas, memperkuat jaringan kader, dan meningkatkan kapasitas melalui materi serta pelatihan yang diberikan,” ujarnya.
Junda juga menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam mengawal nilai-nilai Pancasila.
Ia mengapresiasi pesan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) yang mendorong semangat jiwa korsa di kalangan pemuda.
“Pemuda Pancasila harus jadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten,” tambahnya.
Menurut Junda, organisasi masyarakat memiliki peran vital dalam pembangunan daerah.
Ia menyinggung konsep pentahelix yang melibatkan lima unsur utama, yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
“Semua unsur harus saling berkolaborasi. Organisasi masyarakat seperti Pemuda Pancasila harus menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah, khususnya di Sulbar, membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.
"Kalau menurut saya namanya organisasi masyarakat artinya organisasi yang berangkat dari masyarakat dan tentu tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat. Tujuan kegiatan masyarakat itu kan pilarnya itu ada terdiri yang kita kenal dengan istilah peta heliks dalam pembangunan sekarang, yaitu antara lain pemerintah, masyarakat, NGO atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) semua itu kan memiliki terlibatan dalam mengawal pembangunan.
"Jadi, hubungan harus itu dibangun. Jadi, organisasi masyarakat tentunya bagaimana membangun kolaborasi terhadap pemerintah yang ada, baik itu Pemerintah daerah, Pemerintah pusat atau berkaitan juga dengan aparat-aparat lainnya. Apakah itu aparat penegak hukum dan lain sebagainya. Karena itu menjadi satu kesatuan tentunya, tidak bisa terpisahkan," pungkasnya.(*)
Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi
| Bapperida Sulbar Dorong Sinkronisasi Data dan Anggaran dalam Pembahasan LKPJ Polman 2025 |
|
|---|
| Sinkronkan Program Prioritas Nasional, Bapperida Sulbar Mulai Evaluasi Perencanaan dan Anggaran 2026 |
|
|---|
| Perkuat Akses Pendidikan, Bapperida Sulbar Manfaatkan Data Verval ATS Berbasis NIK |
|
|---|
| Perkuat Kinerja Berbasis Data, Bapperida Sulbar Sosialisasikan Aplikasi Digital ASN |
|
|---|
| Amujib Tegaskan Arah Baru Bapperida Sulbar: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Empati Sosial |
|
|---|