Selasa, 14 April 2026

Hari Pendidikan Nasional

Jawaban Dinas Pendidikan Mateng Didemo Soal Prasarana Sekolah hingga Kesejahteraan Guru

Unjuk rasa tersebut dilakukan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei. (*)

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Jawaban Dinas Pendidikan Mateng Didemo Soal Prasarana Sekolah hingga Kesejahteraan Guru
Tribun Sulbar / Sandi Anugrah
AKSI DEMONSTRASI - Sejumlah massa aksi tergabung dalam organisasi titik merah menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Mateng, Jl Tammauni Pue Ballung, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (2/5/2025). Unjuk rasa tersebut dilakukan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei. (*) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) merespon aksi demonstrasi organisasi titik merah di momentum Hardiknas 2025, Jumat (2/5/2025).

Kepada Tribun-Sulbar.com, Plt Kadis Pendidikan Marhuding mengapresiasi langkah diambil pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi titik merah.

Baca juga: SDK Larang Sekolah di Sulbar Disegel, Pelanggar Bakal Dapat Konsekuensi Hukum

Baca juga: Inflasi Sulbar Tembus 4 Besar Nasional, BPS Sebut Pasar Murah Bukan Solusi

Menurutnya, harapan dan tuntutan mahasiswa dan pemuda tersebut untuk kebaikan kualitas pendidikan di Mamuju Tengah.

Ia mengatakan, salah satu tuntutan mereka terkait kesejahteraan guru atau tenaga pendidik.

"Ini adalah mimpi kita bersama untuk melihat kesejahteraan guru," ucapnya,  Jumat (2/5/2025).

"Tentu adanya masukan dan saran ini, kami akan mencari upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru kita," tambahnya.

Selain itu, dirinya juga merespon tuntutan massa aksi terkait sarana dan prasarana sekolah belum memadai.

"Kami memang sadari bahwa beberapa sekolah di Mamuju Tengah kondisi sarana dan prasarananya masih sangat kurang, sehingga kami sudah melakukan berbagai upaya salah satunya mengusulkan ke Kemendikbud," jelasnya.

"Alhamdulillah, tahun ini ada dua sekolah terpencil yang akan dikerjakan yaitu SD Sampulotu dan SD Rante Mario," tambahnya.

Marhuding juga merespon terkait kekecewaan massa aksi yang tidak bertemu bupati dan wabup.

"Ini tadi miss komunikasi, sebenarnya saya mewakili bupati dan wakil bupati untuk menemui massa aksi mengajak adek-adek berdiskusi dan menerima masukan mereka," katanya.

Namun, karena sedikit ada keterlambatan, sehingga mereka membubarkan diri.

"Insyaallah, kami akan segera membangun komunikasi kembali untuk berdiskusi dan menemukan solusi-solusi yang terbaik," tutupnya.

Sebelumnya, sekelompok massa aksi tergabung dalam organisasi titik merah menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Mateng, Jl Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (2/5/2025).

Unjuk rasa tersebut dilakukan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved