Rabu, 20 Mei 2026

Berita Viral

Setelah Kejadian Pelecehan Garut,Kini Dokter di Malang Dilaporkan Dugaan Pelecehan Pasien

Diduga oknum dokter AY melecehkan pasien perempuan berinisial QAR asal Bandung, Jawa Barat, di Rumah Sakit (RS) Persada, Kota Malang.

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Setelah Kejadian Pelecehan Garut,Kini Dokter di Malang Dilaporkan Dugaan Pelecehan Pasien
tribunnwes
KASUS DOKTER ASUSILA - Penasihat hukum QAR (31), Satria Marwan memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (16/4/2025). QAR merupakan wanita yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dokter berinisial AY yang merupakan dokter rumah sakit swasta di Malang. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Setelah kejadian dokterM Syafril Firdaus di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), viral melakukan aksi pelecehan terhadap pasiennya, kini giliran perbuatan dokter di Malang, Jawa Timur (Jatim) terungkap dengan kasus mesumnya.

Satu per satu kasus asusila yang melibatkan dokter mencuat ke publik.

Diduga oknum dokter AY melecehkan pasien perempuan berinisial QAR asal Bandung, Jawa Barat, di Rumah Sakit (RS) Persada, Kota Malang.

Aksi tak terpuji tersebut sebenarnya terjadi pada September 2022, namun korban yang berusia 31 tahun ini, baru berani melaporkan kejadian yang dialaminya pada April 2024.

Kuasa hukum korban, Satria Marwan mengatakan, kliennya mengalami trauma dan rasa takut setelah dilecehkan oleh AY. 

Alasan itulah yang membuat korban tidak segera melaporkan perbuatan AY kepada polisi atau pihak RS.

“Kesimpulannya korban ini sebelumnya takut dan tersiksa secara batin karena memendam ini hampir tiga tahunan,” ujar Satria dikutip dari Tribun-Medan, Rabu (16/4/2025).

“Tetapi karena ada beberapa kejadian serupa beberapa waktu ini dia akhirnya memberanikan diri untuk speak up,”tambahnya. 

Satria menjelaskan, kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan AY bermula ketika korban berlibur di Malang.

Namun, kondisi kesehatan korban mengalami penurunan pada 26 September 2022 dini hari.

Korban kemudian mencari RS berdasarkan review terbaik di peramban Google. 

Dari situlah, korban menemukan RS Persada lalu pergi ke lokasi kejadian untuk mencari pengobatan. 

Setibanya di RS Persada, korban langsung mendapat pengobatan lalu diizinkan pulang setelah proses perawatan selesai. 

Namun, dokter AY sempat meminta korban untuk menyerahkan nomor handphone (HP) kepada petugas di meja perawat sebelum pulang. 

“Korban diminta untuk meninggalkan nomor telepon, katanya, kalau ada perkembangan (hasil pemeriksaan kesehatan) bisa dikontak langsung oleh rumah sakit,” jelas Satria. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved