Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Viral

Dedi Mulyadi Pertemukan Kabid Dishub Dadang yang Viral dengan Sopir Emen: Clear Ya Semuanya

Menurut Emen, pelaku penyunatan tersebut bukanlah Dadang melainkan Kelompok Kerja Sub Unit atau KKSU.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Noviana Primaresti | Editor: Via Tribun
zoom-inlihat foto Dedi Mulyadi Pertemukan Kabid Dishub Dadang yang Viral dengan Sopir Emen: Clear Ya Semuanya
Instagram @dedimulyadi71
VIRAL KOMPENSASI ANGKOT - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) mempertemukan Kabid Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih (kiri) dengan sopir angkot Eman Hidayat alias Emen terkait kasus viral penyunatan kompensasi angkot di Jawa Barat, diunggah Senin (7/4/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertemukan sosok sopir angkot Eman Hidayat alias Emen, dengan Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Dadang Kosasih.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari kasus pemotongan dana kompensasi angkot yang diduga melibatkan Dadang.

Pertemuan tatap muka tersebut dibagikan Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Senin (7/4/2025).

KOMPENSASI SOPIR ANGKOT - Kolase potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) dan Kepala Bidang Dinas Perhubungan Bogor, Dadang Kosasih, Senin (7/4/2025).
KOMPENSASI SOPIR ANGKOT - Kolase potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) dan Kepala Bidang Dinas Perhubungan Bogor, Dadang Kosasih, Senin (7/4/2025). (Instagram @dedimulyadi71)

"Clear ya semuanya antara Pak Dadang & Kang Emen," tulis Dedi Mulyadi di kolom keterangan.

Dalam tayangan tersebut, Dedi Mulyadi meminta klarifikasi dari Emen, sebagai orang pertama yang membongkar adanya praktik penyunatan kompensasi tersebut.

Sebagai informasi, para sopir angkot seharusnya mendapat kompensasi sebesar Rp 1 juta dan beras senilai Rp 500 ribu.

Baca juga: Viral Menangis, Kabid Dishub Bogor Dadang Kini Bantah Sunat Kompensasi, Dedi Mulyadi: Sudah Diproses

Namun, bantuan tersebut dipotong sekira Rp 200 ribu, sehingga para sopir angkot hanya mendapat bagian Rp 800 ribu.

Menurut Emen, pelaku penyunatan tersebut bukanlah Dadang melainkan Kelompok Koperasi Serba Usaha atau KKSU yang merupakan wadah bagi sopir dan pemilik angkot.

"Pak Dadang itu ikut nyuruh motong (kompensasi-red), ikut menikmati atau tidak?," tanya Dedi Mulyadi.

"Tidak Pak,yang benar adalah KKSU," jawab Emen.

"Jadi Bapak dimintai uang oleh siapa?," lanjut Dedi Mulyadi.

"Oleh KKSU," tegas Emen.

Baca juga: Bupati Lucky Hakim Terancam Dicopot Buntut Viral Liburan ke Jepang, Dedi Mulyadi: Sanksinya Berat

Emen kemudian menyatakan bahwa uang kompensasi tersebut disetorkan pada seseorang bernama Pak Nanar di basecamp seksi.

Adapun jumlah uang yang diserahkan berjumlah sekira Rp 4 juta.

Tiba gilirannya, Dadang lantas menjelaskan bahwa dirinya selaku petugas pemerintah di Kabupaten Bogor, tak dilibatkan dalam pemberian bantuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved