Senin, 11 Mei 2026

Pasangakayu

Anggota DPRD Pasangkayu Geram, SPBU di Pasangkayu Tidak Melayani Mobil Ambulans

Bahkan Ambulance tersebut harus menunggu selama lebih dari 4 jam lamanya, yaitu dari pukul 15.00 WITA, hingga pukul 19.00 WITA

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Anggota DPRD Pasangkayu Geram, SPBU di Pasangkayu Tidak Melayani Mobil Ambulans
taufan
SPBU TIDAK MELAYANI AMBULANCE-Foto Ambulance saat menunggu untuk dilayani di SPBU Desa Ako Pasangkayu, Senin (24/2/2025), malam, mobil ambulance tersebut harus menunggu lebih dari 3 jam tapi tidak dilayani, dengan alasan pompa rusak 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Anggota DPRD Pasangkayu dari Fraksi PKB,Lubis geram terhadap kelakuan pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di Desa Ako,Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar).

Hal itu ia katakan kepada Tribun-Sulbar.com saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2025).

Lubis menceritakan, saat hendak mengisi BBM di SPBU tersebut pada Senin (24/2/2025) malam, dia mendapatkan satu unit ambulance yang sedang menunggu dilayani untuk pengisian bahan bakar.

"Betul waktu malam itu saya lihat mobil Ambulance menunggu lama di area SPBU, untuk mengisi BBM tapi tidak dilayani," terang Lubis.

Bahkan Ambulance tersebut harus menunggu selama lebih dari 4 jam lamanya, yaitu dari pukul 15.00 WITA, hingga pukul 19.00 WITA.

"Tapi petugas SPBU tidak bisa melayani,dengan alasan pompanya rusak," tambah Lubis.

Dia  sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak SPBU, karena Ambulance merupakan mobil emergency, yang harusnya diprioritaskan 

Dengan rasa kesal, dia pun membuat postingan di Facebook dan mengupload foto dan vidio ambulance yang terparkir,menunggu untuk diisikan BBM tersebut.

Postingan itu kemudian menyebar, dan mendapat berbagai respon dari warganet.

Sebagian besar warganet mengecam tindakan pihak SPBU tersebut.

Atas situasi ini, Lubis berharap agar pihak SPBU segera memberikan klarifikasi.

Sementara itu, pegawai SPBU saat ditemui pada Rabu (26/2/2025), mengatakan bahwa hal itu hanyalah miss komunikasi semata.

"Memang kemarin ada Ambulance yang datang untuk isi bahan bakar, tapi belum bisa kami layani,"ujar Hengki, pegawai SPBU saat ditemui.

Hengki menjelaskan, pihaknya tidak melakukan pengisian karena saat itu sedang hujan lebat disertai petir.

"Waktu itu petir dan guntur keras sekali. Stavol kami otomatis mati, dan tidak bisa melakukan pengisian,"tambah Hengki.

Baca juga: Untung Berkali Lipat, Penjual Buket Untung Besar di Acara Wisuda STAIN Majene

Baca juga: Soal APBD Majene, Ketua JAKEPDA Minta Kejati Sulbar Bekerja Profesional & Segera Tetapkan Tersangka

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved