Pasangakayu
Anggota DPRD Pasangkayu Geram, SPBU di Pasangkayu Tidak Melayani Mobil Ambulans
Bahkan Ambulance tersebut harus menunggu selama lebih dari 4 jam lamanya, yaitu dari pukul 15.00 WITA, hingga pukul 19.00 WITA
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Foto-Ambulance-saat-menunggu-untuk-dilayani-di-SPBU.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Anggota DPRD Pasangkayu dari Fraksi PKB,Lubis geram terhadap kelakuan pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di Desa Ako,Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar).
Hal itu ia katakan kepada Tribun-Sulbar.com saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2025).
Lubis menceritakan, saat hendak mengisi BBM di SPBU tersebut pada Senin (24/2/2025) malam, dia mendapatkan satu unit ambulance yang sedang menunggu dilayani untuk pengisian bahan bakar.
"Betul waktu malam itu saya lihat mobil Ambulance menunggu lama di area SPBU, untuk mengisi BBM tapi tidak dilayani," terang Lubis.
Bahkan Ambulance tersebut harus menunggu selama lebih dari 4 jam lamanya, yaitu dari pukul 15.00 WITA, hingga pukul 19.00 WITA.
"Tapi petugas SPBU tidak bisa melayani,dengan alasan pompanya rusak," tambah Lubis.
Dia sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak SPBU, karena Ambulance merupakan mobil emergency, yang harusnya diprioritaskan
Dengan rasa kesal, dia pun membuat postingan di Facebook dan mengupload foto dan vidio ambulance yang terparkir,menunggu untuk diisikan BBM tersebut.
Postingan itu kemudian menyebar, dan mendapat berbagai respon dari warganet.
Sebagian besar warganet mengecam tindakan pihak SPBU tersebut.
Atas situasi ini, Lubis berharap agar pihak SPBU segera memberikan klarifikasi.
Sementara itu, pegawai SPBU saat ditemui pada Rabu (26/2/2025), mengatakan bahwa hal itu hanyalah miss komunikasi semata.
"Memang kemarin ada Ambulance yang datang untuk isi bahan bakar, tapi belum bisa kami layani,"ujar Hengki, pegawai SPBU saat ditemui.
Hengki menjelaskan, pihaknya tidak melakukan pengisian karena saat itu sedang hujan lebat disertai petir.
"Waktu itu petir dan guntur keras sekali. Stavol kami otomatis mati, dan tidak bisa melakukan pengisian,"tambah Hengki.
Baca juga: Untung Berkali Lipat, Penjual Buket Untung Besar di Acara Wisuda STAIN Majene
Baca juga: Soal APBD Majene, Ketua JAKEPDA Minta Kejati Sulbar Bekerja Profesional & Segera Tetapkan Tersangka
| Setelah Dikabarkan Hilang, Lansia Ditemukan Tewas di Sungai Pakava Pasangkayu |
|
|---|
| Musrenbang RKPD 2027 Pasangkayu Digelar di Pantai, Kartini: Inovasi di Tengah Efisiensi |
|
|---|
| Menjerit Jelang Lebaran, Guru PPPK di Pasangkayu Merana, Gaji 3 Bulan Macet THR pun Nihil |
|
|---|
| Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar, Timpa Atap SMAN 1 Pasangkayu |
|
|---|
| Truk Minyak Terbalik di Pasangkayu, Istri Selamat Usai Berusaha Ganjal Ban, Suami Pingsan |
|
|---|