HIV AIDS
Kader Kohati Minta THM Ditertibkan Imbas Kasus HIV Tinggi di Mamuju Tengah
Pemerintah daerah dan Polres Mamuju Tengah segera melakukan razia besar-besaran guna menekan penyebaran HIV.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kantor-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Ma.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mencatat sebanyak 51 orang positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) hingga tahun 2025.
Menanggapi hal tersebut, Wentriani, salah seorang kader Korps HMI Wati (Kohati) Mateng mengaku miris dan prihatin terhadap lonjakan kasus tersebut.
Baca juga: Masyarakat Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Samping Rektorat Unsulbar, Pernah Ditanami Pisang
Baca juga: Dinas Kesehatan Mamuju Tengah: Ada 51 Kasus HIV AIDS
"Ini harus ditangani serius, karena tahap akhir dari infeksi HIV ini adalah AIDS, dimana sistem kekebalan tubuh telah rusak parah sehingga tidak lagi mampu melawan infeksi atau penyakit tertentu," ucapnya saat ditemui di salah satu Warkop di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Minggu (16/2/2025).
Menurutnya, menjadi kekhawatirannya saat ini yakni seseorang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain.
"Salah satu faktor utama penyebaran HIV adalah maraknya Tempat Hiburan Malam (THM), penginapan dan kos-kosan tidak terkontrol," ucapnya.
Dirinya menegaskan, pemerintah daerah dan Polres Mamuju Tengah segera melakukan razia besar-besaran guna menekan penyebaran HIV.
"Jika dibiarkan, ini bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat di tanah malaqbi ini,” tambahnya.
Menurutnya, THM sudah sering di suarakan oleh teman-teman Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mamuju Tengah, baik itu dalam forum-forum RDP juga dalam orasi demonstran di Polres.
Namun, pihaknya merasa pihak terkait mengabaikan aspirasi mereka.
"Ini sudah sering kita soroti hanya saja memang pemerintah dan pihak Kepolisian tidak cukup punya taring menindak lanjuti THM ini," tutupnya.
Informasi tambahan, awal tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah merilis 51 warga positif mengidap HIV.
Dengan penyebaran kasus tertinggi di Kecamatan Topoyo (20 kasus), disusul Karossa (11 kasus), Tobadak (10 kasus), serta Pangale dan Budong-Budong masing-masing 5 kasus. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Kasus HIV di Mamuju Melonjak Signifikan, Dinkes Catat 149 Orang Positif |
|
|---|
| Kasus HIV/AIDS di Mamuju Tengah Januari - November 2025 Hanya 8 Kasus, Lima Pria dan Tiga Wanita |
|
|---|
| Dinkes Ungkap Terjadi Kenaikan 12 Kasus HIV/AIDS di Pasangkayu di 2025 Dibandingkan 2024 |
|
|---|
| 168 Kasus Baru Terdeteksi Sepanjang 2025, Total 475 Penderita HIV di Sulbar |
|
|---|
| Sepanjang 2025, 5 Warga Polman Meninggal Akibat HIV/AIDS, Dinkes Beberkan Penyebab Kasus Tinggi |
|
|---|