Jumat, 22 Mei 2026

Literasi Ulama

Derajat Keilmuan

Dari Nabi Musa lahir agama Yahudi, Nabi Isa lahir As agama nasrani dan melalui Muhammad lahir agama islam. 

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Derajat Keilmuan
dok Ilham Sopu
Ilham Sopu, salah satu cendikiawan Muslim asal Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, sehari-hari sebagai pengajar di salah satu pondok pesantren di Pambusuang. 

Kalau kita merujuk ke ajaran pokok islam betapa banyaknya teks teks keagamaan yang mendorong kita untuk melakukan jihad intelektual. 

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 58.11). 

Diayat yang lain:

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.(QS. 9.123).

Di dalam beberapa hadis diinformasikan,  bahwa "menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan". Dan tuntutlah dari ayunan sampai ke liang lahad.

Dengan mencoba menggali makna makna teks teks keagamaan diatas betapa dalam islam melakukan jihad intelektual adalah suatu keniscayaan. Kalau kita merujuk ke sejarah mulai dari Nabi, para sahabat, para tabi'in dan ulama ulama sangat mengedepankan dalam pencarian ilmu.

Begitu hausnya ulama ulama dulu terhadap ilmu, mereka rela mengembara dengan berkendaraan unta dan berjalan kaki beratus ratus kilometer demi untuk menambah wawasan keilmuannya.

Kalau kita membaca sejarah hidup ulama ulama besar seperti Al Gazali, Imam syafi'i, Imam Abu hanifah, mereka ini sejak dari kecil sudah bergumul dengan keilmuan. Dan menghasilkan banyak karya karya intelektual yang sangat berharga bagi generasi sesudahnya.

Para ulama ini bukan hanya cerdas dibidang keilmuan tetapi  mereka juga sangat cerdas di bidang spritual. 

Jihad, ijtihad, mujahadah adalah berasal dari satu akar kata yakni "Jahada" yang artinya bersungguh-sungguh. Adalah suatu kekeliruan besar jika jihad hanya diartikan berperang secara fisik. Sebab kata Nabi sewaktu pulang dari perang badar yang merupakan perang terbesar yang pernah diikuti oleh Nabi, bahwa "Kita baru saja pulang dari perang kecil menuju perang yang lebih besar ". Ini artinya bahwa ada perang yang lebih besar dari perang badar yang besar itu.

Kenapa abad ke VII M sampai abad ke XII M,umat islam sangat maju, karena abad ini umat islam sangat fokus dibidang keilmuan,  mereka betul-betul berjihad dibidang intelektual.

Di sinilah Puncak kemajuan islam, sementara eropa dan amerika masih tidur. Nanti masa pasca Algazali mulailah mundur umat islam karena sudah meninggalkan aspek keilmuan dan sudah mulai terpengaruh aspek aspek dari kehidupan dunia. 

Nanti pada abad  ke XX umat islam mulai bangkit kembali lewat pembaharuan yang dipelopori oleh Muhammad Abduh, Rasyid Rida, mereka ini dikenal sebagai tokoh pembaharu yang ingin mengembalikan kejayaan umat islam lewat aspek intelektual.

Oleh sebab itu untuk mengembalikan kejayaan umat islam pada masa dulu,  haruslah kita kembali berkacah pada sejarah, dan berusaha untuk kembali menggali aspek keilmuan islam dan betul-betul untuk generasi kedepan haruslah fokus di bidang keilmuan dan pengembangannya. (*)

(Bumi Pambusuang, 10 Pebruari 2025)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved