Pasangakayu
4000 Warga Penerima Bansos PKH di Pasangkayu, Terbanyak di Bambalamotu dan Bambaira
Dia menjelaskan, alasan dua kecamatan itu paling banyak menerima bansos PKH, diakibatkan banyak warganya yang kurang mampu, berdasarkan data
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Bantuan-PKH-Kepala-Dinas-Sosial-Kabupaten-Pasangkayu.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasangkayu ungkap sebanyak 4000 warga yang tercatat menerima Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Pasangkayu.
Hal itu berdasarkan data Dinsos Pasangkayu, yang diterangkan oleh Kepala Dinsos Pasangkayu, Elsi saat ditemui usai Launching perdana pelabelan rumah warga yang menerima Bansos KPM-PKH di Kecamatan Sarjo, pada Senin (10/2/2025).
Dia menjelaskan, berdasarkan data yang diinput oleh Dinsos, dari 4000 warga penerima Bansos se-Kabupaten tersebut, ada dua kecamatan yang warganya paling banyak menerima bansos PKH tersebut.
Dua Kecamatan itu yakni, Kecamatan Bambalamotu dan Bambaira.
"Di dua kecamatan ini, sekitar lebih 100 KK warga yang menerima Bansos PKH," ujarnya kepada wartawan.
Dia menjelaskan, alasan dua kecamatan itu paling banyak menerima bansos PKH, diakibatkan banyak warganya yang kurang mampu, berdasarkan data dari kementrian sosial.
"Karena syarat untuk menerima PKH yaitu masyarakat yang tidak mampu. Jadi mungkin berdasarkan data kementerian sosial, di dua kecamatan itu banyak warganya yang tergolong tidak mampu," terangnya.
Lebih lanjut Elsi menjelaskan, saat ini Dinsos Pasangkayu akan memulai pelabelan rumah warga, yang termasuk penerima bantuan PKH.
Hal itu menurutnya agar bantuan PKH dapat berjalan dengan baik, dan tepat sasaran.
Baca juga: Kadiv P3H Kanwil Kemenkum Sulbar Ajak Jajaran Jaga Kedisiplinan untuk Pelayanan Kepada Masyarakat
Baca juga: Pemkab Pasangkayu Launching Pelabelan Rumah Penerima Bansos Program KPM-PKH di Kecamatan Sarjo
"Karena jika dilihat dari kondisi di lapangan, banyak warga yang harusnya tidak layak lagi menerima bansos, akan tetapi masih tetap menerimanya, tapi kami tidak mudah untuk mengeluarkan namanya dari data penerima bantuan. Dengan pelabelan ini, jika nanti ada warga yang menolak, maka dia sudah mengundurkan diri secara otomatis," terang Elsi.
Dia juga berharap dengan adanya bantuan PKH ini, dapat meringankan sedikit beban masyarakat, serta dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik.
"Kami juga akan terus memastikan bantuan sosial ini dapat tepat sasaran, melalui strategi pelabelan ini," tambahnya.
Hal itu bertujuan agar tidak ada masyarakat yang merasa pemerintah pilih kasih dalam memberikan bantuan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Musrenbang RKPD 2027 Pasangkayu Digelar di Pantai, Kartini: Inovasi di Tengah Efisiensi |
|
|---|
| Menjerit Jelang Lebaran, Guru PPPK di Pasangkayu Merana, Gaji 3 Bulan Macet THR pun Nihil |
|
|---|
| Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar, Timpa Atap SMAN 1 Pasangkayu |
|
|---|
| Truk Minyak Terbalik di Pasangkayu, Istri Selamat Usai Berusaha Ganjal Ban, Suami Pingsan |
|
|---|
| DPRD Pasangkayu Soroti Perda Ternak Liar: Denda Rp50 Ribu Terlalu Ringan, Tak Bikin Efek Jera |
|
|---|