Literasi Ulama
Kesalehan Holistik
Setidaknya dua simbol dalam shalat yaitu takbir dan salam, adalah simbol ritual dan simbol sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilham-Sopu.jpg)
Hadis diatas senantiasa mengajak kita untuk memberikan pencerahan berupa kasih sayang terhadap sesama, sehingga dengan demikian Tuhan akan mencurahkan kasih sayangnya kepada hambanya yang senantiasa terbuka kasih sayang terhadap siapapun manusia di muka bumi ini.
Disini kita lihat cakupan makna "rahim" sedemikian luas sehingga mencakup bukan hanya saudara seakidah, tetapi juga sekemanusiaan. betapa universalnya ajaran yang dibawa oleh Nabi, silaturrahim yang dikembangkan oleh Nabi adalah untuk rahmatan lil alamin, untuk seluruh alam.
Suatu ketika Nabi dan sahabatnya, sedang bersama-sama, tiba-tiba lewat rombongan yang membawa jenazah, dan Nabi langsung berdiri untuk menghormati jenazah tersebut, dan sahabat menyampaikan kepada Nabi bahwa jenazah itu adalah seorang yahudi, Nabi langsung menegur para sahabat, dengan mengatakan bukankah dia adalah manusia?
Dan yang terakhir bahwa inti dari silaturrahim adalah memasukkan rasa bahagia di hati sesama kita, itulah cara beragama sebenarnya, bahwa awal dari agama atau inti agama adalah ma'rifatullah, inti ma'rifatullah adalah akhlak, inti akhlak adalah silaturrahim dan inti silaturrahim adalah "idkhalu al surur fi qulubil ikhwa", atau memasukkan rasa bahagia atau kedamaian ke hati saudara sesama. begitulah sebenarnya beragama yang baik yang diajarkan oleh Nabi.
Itulah yang dimaksud dengan kesalehan holistik, atau dalam ungkapan Kiai Mustofa Bisri. saleh ritual, saleh sosial, keduanya menyatu dalam diri seorang muslim.
Kesalehan dalam Islam yang sebenarnya hanya satu, yaitu kesalehan muttaqi (hamba yang bertaqwa) atau dengan istilah lain, mukmin yang beramal saleh. Kesalehan yang mencakup sekaligus ritual dan sosial.(*)