Opini
Selamat Tahun Baru, Selamat Datang Gubernur Baru
Dengan dua sosok pemimpin yang berpengalaman ini, harapan besar untuk masa depan Sulbar pun semakin menguat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Hamzah-Durisa-Penggerak-GUSDURian-Senior-Majene.jpg)
Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga menjadi prioritas utama. Harapan akan program-program ekonomi yang inklusif, yang dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup mereka, sangat tinggi.
Masyarakat Sulbar mengharapkan adanya lebih banyak program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang dapat membekali kaum muda dengan kemampuan yang dibutuhkan di pasar kerja.
Mengatasi Isu-isu Lokal dan Lingkungan Hidup
Tidak dapat dipungkiri bahwa Sulbar memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, tantangan terkait pelestarian lingkungan hidup juga menjadi isu penting.
Dengan adanya pemimpin baru, kita berharap akan ada langkah-langkah konkret untuk menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.
SDK-JSM diharapkan bisa mendorong kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan, serta melibatkan masyarakat dalam pelestarian alam.
Baru-baru ini, di salah satu postingan di media social (facebook), terlihat adanya satu daerah di Polewali Mandar yang terancam abrasi. Perkampungan itu bernama Mampie. Sebuah dusun di Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo.
Daerah yang menjadi salah satu destinasi wisata di Sulbar ini terancam punah. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak problem lingkungan yang mesti memberikan perhatian khusus dari pemerintah, bukan hanya kabupaten , tetapi butuh sinergitas dengan provinsi bahkan ke tingkat nasional.
Masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial juga harus menjadi perhatian bagi pemerintahan kedepan. Kita perlu mengidentifikasi kelompok-kelompok terkena dampak dan menyediakan bantuan serta program yang dapat membantu mereka keluar dari siklus kemiskinan.
Tentu, sebagai warga Sulbar mengharapkan adanya kebijakan yang bukan hanya sekadar ‘memanjakan’ penerima bantuannya.
Akan tetapi, bagaimana kemudian bantuan tersebut dibarengi dengan penguatan bagi si penerima untuk mengelolah, tidak langsung habis dalam sekali pakai.
Artinya, bahwa masyarakat semestinya diberikan pembinaan, bukan hanya memberi bantuan kemudian selesai. Melainkan, bantuan tersebut dapat ‘diternakkan’, berkembang dan tidak habis dalam sekejap mata.
Tantangan yang Dihadapi
Langkah menuju kemajuan bukanlah perkara semudah memakai baju. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti birokrasi yang kadang-kadang lamban, sarat dengan keprotokoleran dan kurangnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain itu, perubahan sosial dan ekonomi yang cepat menuntut adaptasi yang cepat pula dari pemerintah.
| Infodemik Dukono Ketika Konten Viral Mengalahkan Peringatan Bencana |
|
|---|
| Penguatan Dolar Amerika Serikat dan Tantangan Ketahanan Ekonomi Sulawesi Barat |
|
|---|
| Pendidikan Buka Pasar |
|
|---|
| Menanti Pembuktian "Assa" untuk Petani Polman |
|
|---|
| Kado Ulang Tahun Duta Sheila On 7: Single Baru atau Keteladanan yang Tak Pernah Usang? |
|
|---|