Selasa, 5 Mei 2026

Opini

Ironi 4 Tahun Rumah Singgah Pasien Majene Menjadi Prioritas !

Ketika pemerintah memutuskan untuk melakukan suatu tindakan tertentu, hal tersebut harus didukung dengan tujuan yang jelas dan perencanaan komprehensi

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Ironi 4 Tahun Rumah Singgah Pasien Majene Menjadi Prioritas !
istemewa
Muh. Akbar Tandjung Mahasiswa Majene 

Melalui proses pendiskusian yang panjang, melakukan riset hingga melakukan aksi demontrasi
untuk merealisasikan ide dan gagasan RSP Majene yang dilakukan teman-teman IM3I, akhirnya
membuahkan hasil pada hari jumat, tanggal (28/02/2020) RSP Majene diresmikan Pemda Majene beralamat di Jl. Perdos Unhas blok BG no. 17. Pengelolaan RSP Majene pertama kali dikelola, pada tahun 2020, oleh Pengurus IM3I periode 2020-2021 dengan membentuk Badan
Khusus (BK) untuk bertanggung jawab sebagai pengelola, serta administrasi dan perawatan aset
RSP. 

Kemudian di tahun selanjutnya, RSP Majene beralih tangan ke pemerintah sesuai dengan perjanjian
sebelumnya, dimana teman-teman IM3I yang merupakan penggagas RSP Majene, memberikan contoh pengelolaan RSP Majene sebelum Pemda mengambil alih dan dikelola olehOrganisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rumah Singgah Pasien Majene awalnya bersumber dari dana Hibah APBD 2020 sebelum beralih ke OPD dinas kesehatan. Pada Tahun 2021 IM3I melakukan aksi demontrasi untuk mendesak pemerintah daerah agar membentuk regulasi yang jelas terkait Rumah Singgah Pasien dan pada tahun 2022 barulah terbit Peraturan Bupati No 13 tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaran Rumah Singgah Pasien.

RSP adalah sebuah gagasan suci yang lahir dari kepedulian dan empati akan kondisi masyarakat
daerah yang sering kali kesulitan dalam mendapatkan tempat tinggal sementara saat mereka melakukan perawatan di Rumah Sakit, Kota Makassar.

Melihat betapa beratnya beban yangharus ditanggung oleh keluarga pasien dalam mencari tempat tinggal. Mereka terkadang harus merogok biaya tambahan untuk menyewa kost atau kontrakan di Kota Makassar.

Dengan rasa kepedulian dan empati yang tinggi yang dimiliki teman-teman mahasiswa majene hadirlah
gagasan suci RSP Majene yang gratis untuk membantu pasien dan pendamping pasien dengan memberikan tempat tinggal selama masa perawatan yang ditanggung dan dijadikan Program Prioritas Pemerintahan Kabupaten Majene.

Kondisi  RSP Majen Sekarang :

Rumah singgah pasien Majene sudah memasuki tahun ke-empat semenjak didirikan tahun 2020
oleh Ikatan Mahasiswa Mandar Majene (IM3I) dan kemudian dilanjutkan oleh pemerintah Majene tahun 2021 sampai sekarang, pengelolaan rumah singgah pasien majene sebagai mana yang tertuang dalam peraturan bupati nomor 13 tahun 2022 tentang penyelenggaraan rumah singgah pasien, yang dimana pemerintah menyediakan tempat hunian untuk masyarakat majene yang sedang menjalani pengobatan di Makassar dengan ketentuan perpasien hanya dibolehkan membawa 2 orang anggota keluarga, pemerintah daerah juga menanggung biaya makan dan minum 3 kali dalam satu hari, namun hal tersebut tidak berjalan sebagai mana yang diinginkan, beberapa distribusi pemenuhan hak sembako pasien tidak
berjalan bahkan tidak ada.

Kurangnya perhatian dari pemerintah daerah dalam penyelenggaraan rumah singgah dapat terlihat dari permasalahan sama yang terus berulang – ulang.Kondisi Rumah Singgah Pasien Majene semenjak di ambil alih pemerintah daerah belum pernah mengalami penambahan kapasitas kamar, di tahun ini saja hanya sampai 5 kamar dengan 1 kamar dimiliki pengelolah rumah singgah dan 4 kamar tempat pasien dan keluarganya. 

Tahun ini juga pemerintah menambahkan ambulance untuk fasilitas rumah singgah pasien majene, ada hal
yang ganjal sebab ambulance ini diharapkan dapat membantu dan mengurangi beban pasien dalam masa pengobatan namun ambulance yang dikirim pemerintah majene ini tidak mampu untuk melakukan perjalanan jauh sampai ke daerah sehingga kadang keluarga korban untuk memulangkan pasien menyewa ambulance yang lain dan lebih bagus.

Ambulance ini juga lebih sering keluar masuk kerumah sakitnya (bangkel) dari pada mengantar pasien, hal ini menjadi beban baru dalam alokasih dana Rumah Singgah Pasien Majene. Jika memang Pemerintah
daerah Majene memproritaskan rumah singga pasien dalam Program Kerjanya seharunya hal ini

tidak terjadi dan terkhusus dinas Kesehatan agar dapat mengevaluasi secepatnya pengelolaanrumah singgah pasien ini. Kenapa rumah singgah sangat penting untuk masyarakat majene dan mengapa harus di
permanenkan?

Rumah sakit umum daerah (RSUD) Majene yang masih akreditasi C, masih sangat kurangnya fasilitas Kesehatan di daerah menjadi pemicu terus meningkatnya jumlah rujukan RSUD Majene khusunya ke Makassar, pada tiga tahun terakhir data rujukan RSUD Majene khususnya ke
Makassar pada tahun 2021 mencapai 311 pasien, tahun 2022 terus mangalami peningkatan sampai dengan 954 pasien dengan rata rata pasien mengidap penyakit kronis.

Data diatas merupakan aktivitas rujukan 3 tahun terakhir RSUD Majene yang di berikan pihak RSUD Majene. Berdasarkan data diatas pada tahun 2021 rata-rata pasien yang dirujuk Pihak RSUD Majene dalam perbulanya 26 orang, pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang
sangat singnifikan dengan rata-rata 80 orang dalam perbulanya dan pada tahun 2023 mengalami penurunan yang tidak begitu signifikan dari tahun 2022 dengan rata -rata perbulanyan 70 orang. 

Dengan Kondisi inilah mengapa RSPM ini sangat diperlukan masyarakat Majene yang akan dirujuk atau melakukan pengobatan di Makassar, mengingat akreditasii
RSUD Majene masih C.Meningkatnya angka Rujukan pasien Majene dari tahun ke tahun berdampak juga kepada Asrama Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved