Bannang-bannang: Eksistensi Kue Tradisonal Khas Sulawesi Selatan
Mulanya makanan ini hanya disajikan pada acara pernikahan saja sebagai simbol ikatan yang panjang dan tidak memiliki ujung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kue-Tradisional-Bannang-bannang.jpg)
Lalu, Bannang-bannang dicelupkan ke dalam larutan gula merah hingga terlumuri dengan rata.
Bannang-bannang termasuk jenis kue tradisional yang bisa bertahan lama. Sehingga kue ini sangat menjanjikan jika dijadikan oleh-oleh khas daerah hingga nasional.
Seorang dosen tata boga Universitas Negeri Makassar, Besse Qur’ani, mengatakan perlu inovasi yang lebih menarik dari kemasan Bannang-bannang.
“Mungkin bisa pengembangan dari segi kemasannya. Kemasan itu ada 3 jenis, primer, sekunder, tersier. Kalau primer itu kan yang langsung menyentuh di makanan, nah sekarang kemasan seperti ini yang digunakan. Jadi sebaiknya itu dikembangkan dari segi kemasan,” ungkapnya pada Rabu, 4 Desember 2024.
Besse juga mengatakan varian rasa bisa menjadi opsi untuk pengembangan Bannang-bannnang.
“Dari segi rasanya atau kemasannya kan kalau kemasannya bagus bisa sampai ke nasional. apalagi makanan kekinian itu banyak varian. Bentuknya juga kan bisa dimodifikasi,” tutupnya.(*)
| BMKG Catat 14 Kali Gempa Guncang Sulawesi dan Sekitarnya Jumat 17 April 2026 |
|
|---|
| H Buhari Kakek 71 Tahun di Luwu Nikahi Gadis SMA, Mahar Rp 100 Juta dan Motor |
|
|---|
| Ratusan Jemaah Naqsabandiyah di Makassar Rayakan Idul Fitri Hari Ini Kamis |
|
|---|
| Mahasiswa Islam Sulselbar Desak Pemerintah Tarik Diri dari Board of Peace, Nilai Rugikan Kedaulatan |
|
|---|
| Nenek 82 Tahun di Gowa Nyaris Dirudapaksa Seorang Pria |
|
|---|