Kamis, 30 April 2026

Bannang-bannang: Eksistensi Kue Tradisonal Khas Sulawesi Selatan

Mulanya makanan ini hanya disajikan pada acara pernikahan saja sebagai simbol ikatan yang panjang dan tidak memiliki ujung. 

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Bannang-bannang: Eksistensi Kue Tradisonal Khas Sulawesi Selatan
Ahmad Hayullah
Kue Tradisional Bannang-bannang 

Penulis: Ahmad Hayullah
(Mahasiswa UIN Alauddin Makasssar)

Salah satu kue tradisional khas Sulawesi yang masih terjaga eksistensinya hingga saat ini yaitu Bannang-bannang.

Kue ini dikenal dengan bahan sederhana serta proses pembuatannya yang mudah.

Bannang-bannang memiliki rasa yang manis dan tekstur yang renyah.

Beberapa daerah di Sulawesi Selatan memberi sebutan tersendiri untuk kue ini.

Suku Makassar menamainya Bannang-bannang sedangkan di Suku Bugis dikenal dengan sebutan Nennu-nennu’. 

Nama Bannang-bannang diambil karena bentuknya yang seperti benang.

Mulanya makanan ini hanya disajikan pada acara pernikahan saja sebagai simbol ikatan yang panjang dan tidak memiliki ujung. 

Berbahan pokok dari tepung terigu dan gula merah serta menggunakan alat sederhana.

Bannang-bannang telah menjadi salah satu kue tradisional yang bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah. 

Salah satu pembuat kue Bannang-bannang, Dg Kami’ mengaku sudah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai pembuat dan penjual kue Bannang-bannang. 

“Kalau alatnya bisa dari tempurung kelapa yang dilubangi kecil-kecil. Saya juga sudah menjalani profesi ini lebih dari 20 tahun sejak saya masih gadis,” ucapnya pada 17 November 2024. 

Dg. Kami juga menjelaskan cara pembuatan Bannnang-bannang dari proses penggorengan hingga tahap pencelupan ke dalam gula merah. 

“Awalnya adonan tepung itu kita goreng di atas minyak dengan api kecil. Adonannya itu dituang ke dalam minyak menggunakan alat khusus (tempurung kelapa yang diberi lubang kecil di beberapa titik),” ujarnya. 

Setelah sudah terlihat agak keras, Bannang-bannang disisihkan kebagian tepi wajan untuk digulung sehingga berbentuk roll.

Lalu, Bannang-bannang dicelupkan ke dalam larutan gula merah hingga terlumuri dengan rata. 

Bannang-bannang termasuk jenis kue tradisional yang bisa bertahan lama. Sehingga kue ini sangat menjanjikan jika dijadikan oleh-oleh khas daerah hingga nasional. 

Seorang dosen tata boga Universitas Negeri Makassar, Besse Qur’ani, mengatakan perlu inovasi yang lebih menarik dari kemasan Bannang-bannang. 

“Mungkin bisa pengembangan dari segi kemasannya. Kemasan itu ada 3 jenis, primer, sekunder, tersier. Kalau primer itu kan yang langsung menyentuh di makanan, nah sekarang kemasan seperti ini yang digunakan. Jadi sebaiknya itu dikembangkan dari segi kemasan,” ungkapnya pada Rabu, 4 Desember 2024. 

Besse juga mengatakan varian rasa bisa menjadi opsi untuk pengembangan Bannang-bannnang. 

“Dari segi rasanya atau kemasannya kan kalau kemasannya bagus bisa sampai ke nasional. apalagi makanan kekinian itu banyak varian. Bentuknya juga kan bisa dimodifikasi,” tutupnya.(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved